@pasarseni2014 : Pasar Seni Atau Pasar Orang?

sulit bergerak

where do I start….

pasar seni ITB. apakah saya sudah pernah kesana sebelumnya? ternyata belum. saya juga baru tahu kalau acara tersebut dilaksanakan setiap empat tahun sekali. demi hidup yang lebih artsy, saya memutuskan untuk pergi kesana meskipun agak pesimis dengan cuaca yang akhir-akhir ini hampir setiap hari diguyur hujan. tapi demi empat tahun sekali, kenapa tidak? saya pikir. juga, band indie yang saya suka (L’alphalpha) ternyata manggung di acara itu. tentu saja saya jadi semakin ingin kesana. Read More

Kastil

abu-abu, bendung segala alur waktu.
genggam bumi, segala apa yang diatasnya. merekah.
desir angin dari sela-sela susunan batu.
butir hujan jatuh padanya, hanya berbalas rindu dengan mata air.
air mata dari langit yang tercakar menaranya.

lumut-lumut tertumbuh, rawa terbelah.
dan dia menunggu. menunggu lama sekali.
hingga lorong-lorong didalamnya terisi lalu lalang,
hingga kamar-kamar terisi sehangat badan,
hingga aula terisi gelak tawa, hingga jendela-jendela membukakan harap.
hingga surya mengintip dari kaca indah berwarna,
hingga tanah tak dapat dipijak lagi.

tak luput dari pandang siapapun, namun.
tak terjamah, tak tergerak, tak meratap.
ia terlihat kokoh dalam rapuhnya.
megah dalam sunyinya, abadi dalam sementaranya.

yang hanya ingin diisi saja.
tidak lain.

Miliki Obsesi Miliki

Tuh Hyang!
apa yang telah aku perbuat,
dalam dunia reka cipta, penanda awal hampa.

bermula satu kehendak, muncullah!
dari ketiadaan dia berada, sama seperti kita.
menuju ketiadaan kita bersama.
meniadakanku, meniadakanmu.
rangkaian tiada tepermanai.

di sela-selanya, berjangkit lega dalam tanya.
dari sejak hampa, hingga kita ada.
dan segala yang tiada, kita meminta.
Muncullah!
yang kita ingin, menyaru dalam bising.

selagi bising, panah kata saling ditembakkan.
mencari kalimat yang sehangat badan, sedingin kabut pagi buta.
dan terkadang, kita menghibur diri.
seolah bertemu duga dan salam sapa,
dengan semua yang kita damba.

selagi mendamba, hancur dalam nyata.
keinginan hanya sebatas hilang bak buih laut tertelan pasir.
lalu lutut dan tanah bertemu. juga ia yang menetes dari mata,
melepas rindu pada sendu.

dari celah-celah tanah, ia yang tercipta dari hampa pada akhirnya akan bertanya.
tentang apa-apa yang kita miliki, yang ingin kita miliki, yang tak bisa kita miliki.
juga obsesi, yang berpijar bagai inti bumi.
dan kita yang berjalan diatasnya, dipeluk gravitasi.

debu-debu angkasa,
terbang di ruang hampa.
apa yang dimiliki mereka?
hanya hampa, dalam tanya.

*special thanks buat Ana yg udah minjemin teks pementasan teaternya. Really Inspiring :D
oh iya, selamat hari blogger sedunia kawan-kawan :D

Kemarau Sapuan Hujan

Tidak ada kalimat terdengar nyata yang bisa menggambarkan,
Bagaimana kemarau habis dalam satu sapuan hujan.
Masih tidak percaya, fiksi. Pikiran mempermainkan.
Namun detik tak menjalankan, aliran darah terbekukan.
Aku sadar bahwa aku,
Tak pernah ada disana, akhirnya.

Jingga lampu jalan, sisa-sisa waktu lalu.
Yang harusnya telah mati, menutup siang yang malu.
Kepada malam yang menjadi tabir.
Kepada aku yang ada di bawahnya,
Tersapu bersih.

Satu lagi kemarau, menghilang.
Oleh satu sapuan hujan.

Alasan-Alasan Yang Bikin Orang Jadi Jarang Ngeblog Lagi

maafkan gambar yang tidak sesuai dengan judul ya. da aku mah apa atuh :(

maafkan gambar yang tidak sesuai dengan judul ya. da aku mah apa atuh :(

Hae guys~

begitu menyambangi halaman wordpress ini, ternyata sudah penuh dengan debu, sarang laba-laba, kerdus dan koran bekas tidur gembel dan juga botol-botol seperti miras, vaselin, baygon, kamper dan lain-lain yang mengindikasikan telah terjadi pesta oplosan disini. sejujurnya, bukan maksud hati membuat blog yang sudah menemani suka duka dan tempat menuangkan segala keluh kesah dan kegejean menjadi terbengkalai seperti ini. namun kalimat barusan sebetulnya apabila dilihat dari perspektif lain, bisa saja berubah menjadi semacam tai banteng. seperti semacam pembenaran terhadap suatu kesalahan *aciaa ciaa ciaa*. namanya juga manusia, paling pinter cari-cari alasan dan tidak terkecuali saya. nah, alasan-alasan apa sih yg suka dipakai orang kalo ditanya,”kenapa sih sekarang jadi jarang ngeblog?” Read More