Setan-Setan Yang Tidak Dibelenggu Pada Bulan Ramadhan

Alhamdulillah ketemu Ramadhan lagi, Alhamdulillah ketemu saya lagi (?)

Saya ga akan minta maaf soal masalah jarangnya saya posting di blog tercinta ini. I feel sorry for myself though for not be able to write more. Jadi karena itu, saya akan mulai menulis lagi dengan materi pembahasan yang ringan-ringan aja. Yang berat-berat biar dipikir sama para wakil rakyat (meskipun agak ragu juga apakah mayoritas dari mereka bisa mikir atau nggak (?)). Kali ini saya bakal bahas tentang….

Setan-Setan Yang Tidak Dibelenggu Pada Bulan Ramadhan! HIIIYYYYY~

Tidak usah takut (meskipun harus waspada) karena setan-setan yang akan dibahas disini tidak menyeramkan. Bahkan mereka yang saya bahas disini cenderung gak disadari sama banyak orang. Siapa sajakah mereka? mari kita simak. Cekidot!

1. Setan Yang Suka Share Gambar-Gambar Es Campur

yang kayak gini nih

Read More

Pahit Lidah

Bara meradang,
Sukma terbilang.
Cecar menyambang,
Bungkam, lalu hilang.

Diantara pasir yang terperangkap di sela-sela jari kala rangkak-rangkak,
Serapah sumpah tak jelas digumamkan.
Bahwa kedigjayaan yang nyata telak,
Telah hadir memandang raga.

Tegak kutunggu,
Duduk kutunggu,
Baring kutunggu,
Dirimu, Kebangkitanku

Zephyr

Asap dari benda yang diapit dua jarinya lalu membumbung tinggi,
Seakan direlakan pergi. Diantara tirai di langit, mencari arti.
Menghembuskan nafas pada kata-kata yang kau ucapkan,
Mengikhlaskan yang pergi ke langit dan tak akan kembali.

Sedikit diam banyak bicara, namun benda yang kita naiki ini tak akan pergi kemana-mana.
Suaramu memecah dinding kebisingan. Menyingkap malam menjadi pagi, hancurkan bulan menjadi mentari.
Arak-arakan yang terbawa angin juga tak akan kembali. Percikan benda yang diapit dengan dua jarinya merambat menjadi api, sewarna sore ini.

Hanya masalah waktu, yang kuinginkan hanya membawa langit hari ini menuju 4 hari yang lalu.
Agar bisa kutunjukkan dalam nyata, kemana kita bila suatu saat nanti harus merelakan diri masing-masing.
Kembali ke tanah, kembali ke langit,
Tertiup angin sepoi-sepoi.

Si Jalang ini Juga Ingin Dicintai

kemarin kau dicintai.
dijumpai nafas tersadar lelap, dijamah lelah, disapa pejam mata.
hari ini kau dicintai.
dijumpai nafas tersadar lelap, dijamah lelah, disapa pejam mata.
hari esok kau dicintai.
mereka yang cintaimu saat kau jumpai nafas tersadar lelap,
atau,
mereka yang cintaimu saat disapa pejam mata, selamanya.

bila semakin cinta, semakin ingin bertemu.
pertanggungjawaban segala rindu.
namun satu yang tak akan kau sangka,
rindu bersua atau rindu menyiksa?

The Love That I Thought, May Not Be Love At All

jadi ceritanya saya habis menonton sebuah film yang dimana endingnya adalah gambaran kenangan-kenangan indah dan senyuman yang tulus dari para pemeran utama untuk satu sama lain. tapi yang saya rasakan adalah semacam perasaan sesak di dada. tentang harapan dan keyakinan yang perlahan-lahan terkikis waktu, berubah bentuk karena perkataan dan perbuatan yang dilakukan sehingga menghasilkan sebuah kenyataan dan masa depan yang sama sekali berbeda dengan apa yang semula diinginkan. kemudian sesuai dengan umur (atau mungkin tidak) muncul sebuah pertanyaan di benak saya yang mungkin terdengar klise apabila diucapkan. apa itu cinta? apakah sesuai dengan yang saya bayangkan? karena setelah melihat film ini, saya pikir apa-apa yang saya ketahui tentang cinta sama sekali jauh berbeda dengan cinta yang sebenarnya. Read More