Hello From The Other Side

saat ini saya lagi membayangkan sebuah interaksi antara saya yang menulis postingan ini didepan laptop dengan kalian diluaran sana yang (mungkin) membacanya melalui komputer atau gadget kalian. semacam adegan side by side yang seakan-akan menggambarkan sebuah interaksi. padahal ngga juga sih. dibaca aja belum tentu ya kan…

Read More

Advertisements

Kadang-kadang

Saya kadang-kadang ingat kalo saya punya blog, seperti hari ini.

Tapi saya lupa, apakah saya pernah menuliskan motivasi utama saya untuk menulis pada awalnya. Maka dari itu, tanpa mempedulikan hal itu, saya akan menuliskannya lagi kali ini.

Dulu, saya orangnya terlalu meninggikan perasaan sakit hati, galau, patah hati dan lain sebagainya. Ketika hal itu terjadi di kehidupan saya, semua perhatian dan pikiran saya seakan memaksa saya untuk berkutat disitu terus tanpa kenal berhenti. Salah satu hal yang bisa mengalihkan atau sekedar mencurahkan kondisi perasaan yang tidak penting tersebut buat saya adalah menulis. Terutama puisi. Read More

Personal Space Gundulmu

194-personal_space

as you know (or not), saya udah dapet kerjaan baru lagi sejak juli setelah maret kemarin keluar dari tempat kerja yang lama. saya gak punya begitu banyak temen dari sana. bisa dibilang gak ada sama sekali karena lebih nyaman buat saya untuk nyebut mereka dengan “rekan kerja”. singkat, padat dan tanpa bla’a ble’e (ini maksudnya apa ya). padahal pakemnya dunia kerja itu kan bikin temen di tempat kerja supaya gampang kalau mau apa-apa di dunia kerja (ya workload, ya peluang, ya relasi). tapi dasar si saya yang satu ini gak tau kenapa kalo ada hubungan dengan orang yang ada di kantor itu bawaannya risih. padahal harusnya kan tidak boleh begitu. nah, kejadianlah seperti ini lagi di tempat baru…

susah berteman sama orang baru sebenernya bukan hal yang saya banggain. tapi ya, kondisi itu sulit saya rubah. mungkin karena sebenernya saya gamau berubah juga. badan sama pikiran saya kayak udah otomatis nolak kalo misalnya ada orang baru di hidup saya. cuma ada beberapa momen dimana saya…apa ya….letting go of myself (? pardon my english) dan hasilnya adalah beberapa teman (diluar temen-temen formal[temen yang mau gamau pasti jadi temen. temen sekolah/rumah/kuliah misalnya]) yang saya kenal baik sampai sekarang dan itu juga tidak banyak.

saya sadar bahwa di momen kehidupan yang sekarang, saya pasti bakal banyak butuh bantuan dari orang lain terutama yang berkaitan sama usaha/bisnis. tapi si kebiasaan buruk(?) yang merangkap mekanisme pertahanan diri yang saya punya ini sangat sulit dirubah konfigurasinya. am i socially awkward? maybe. am i an asshole for not liking being acquainted with co-workers? perhaps. tapi kalau ada jalan tengah yang bisa mengakomodasi kebutuhan dan kepribadian(?) that would be great.

so, any suggestion for me?