Angkasa (Bagian Akhir)

tumpuan tanganku mengadu,
kian memberat lalu ia jatuh mengaduh.
mengais sisa kata dari senyum rapuh.
engkau ke seberang bayu.

raga ini kaku, berharap pada langkah yang tak mampu.
detak-detak dalam tegun, didekap bulan kedua yang jadi lalu.
pandang terpaku pada kembang sayapmu,
melukis kanvas jingga dan biru.

selamat jalan,
kata-kata yang tertinggal ini akan aku bakar,

agar aku hangat dalam kedinginan,
agar aku terang dalam kegelapan,
agar aku hilang dalam kenangan.

Landasan (Bagian Dua)

ada api yang kulihat,
menyeruak dari kelam dan sunyi hati.
menggerogoti,
tulang menyusun mereka yang lalai.
membakar daging, merangkul daun-daun kering.
berselimut terang kelabu,
api masih menari.

pekak kudengar rayuanmu,
merajut kabut hingga surya tak mampu menembusmu,
ruang waktu tak sanggup memelukmu,
dan kata maaf tak lagi cukup untukmu.

wahai hari esok yang akan mati,
untukmulah layang kata-kata ini!
hingga nanti saat kita tertatih-tatih mencari arti masing-masing diri,
aku akan terus melihat api,
walau telah padam ia menjadi.

Roda (Bagian Satu)

bertanya dalam sapa, menempel pada rajut-rajut persegi, siapa.
bercakap dengan bait-bait yang tersangkut di daun pohon pada hari bersalju,
sesaknya bau tanah, sesaknya kata bernanah.
menyentuhnya pun kita tidak mau.

Selagi kaki kita menjejak tanah,
ucapkanlah. lontarkanlah.
biar ia membumbung tinggi di angkasa.
agar tak sekedar tersangkut pada daun-daun yang terputihkan,
tadi.

matamu menyipit.
menerka arti.
layaknya membaca tulisan pada roda yang sedang berputar.
picing.

Tentang Penembakan Kantor Charlie Hebdo

Karena lagi pada rame tentang “je suis charlie”, saya jadi pengen sedikit berkomentar.

Ringkasnya, Pada 7 Januari 2015, sekitar pukul 11:00 CET (10:00 UTC), tiga pria menggunakan masker melakukan penyerangan di kantor pusat majalah satir Perancis Charlie Hebdo di Paris. Laporan awal menyebutkan bahwa 12 orang tewas dan 10 orang terluka dalam serangan ini. Pria bersenjata memasuki gedung dan mulai menembak dengan senjata otomatis, dilaporkan sekitar 50 tembakan telah dilakukan. Dua di antara yang tewas merupakan petugas kepolisian. Pria bersenjata tersebut dilaporkan meneriakkan “kami telah membalaskan dendam Nabi Muhammad” di saat melakukan serangan. Beberapa saksi mata melaporkan bahwa pria bersenjata tersebut diidentifikasi merupakan anggota Al-Qaeda di Yaman.

Read More

Melupakan Dua Ribu Empat Belas

dua ribu empat belas sudah berakhir dan saya masih gak tahu apakah jumlah follower blog saya yang berjumlah tiga ratusan orang itu sudah mewakili semua orang yang rutin membaca blog saya atau tidak, tapi saya senang setelah sekian lama ngeblog, akhirnya jumlahnya mencapai segitu juga. meskipun viewnya cuma sedikit, toh tujuan utama saya ngeblog bukan untuk cari view. tapi mungkin agak sedikit kurang ajar kalo saya tiba-tiba nyerocos disini tanpa menyebutkan fakta bahwa saya sudah terlalu lama tidak menulis disini. terlalu lamaaaa~ *lagu vierratale berkumandang*

niatnya sih ingin bikin postingan tentang review apa aja yang udah terjadi di kehidupan saya di tahun ini. masalahnya, saya bahkan sudah gak ingat lagi apa yang saya makan dua hari yang lalu. apalagi menulis kejadian-kejadian yang sudah berbulan-bulan lalu. tapi ada beberapa *sedikit* hal yang saya ingat. penting tidak penting sebetulnya, tapi akan tetap saya tulis disini. supaya bisa saya baca lagi di kemudian hari :lol:

saya merasa kehilangan banyak teman di tahun ini. ada yang sedang sibuk mempersiapkan skripsi, pergi ke luar kota bahkan keluar pulau untuk kerja praktek, bahan penelitian dan macam-macam. ada juga teman-teman yang asalnya sering berkumpul, kemudian diterima bekerja di luar kota. ada pula yang menikah. ada kawanan yang lama kelamaan tidak solid lagi, ada yang lebih sering bergaul dengan orang-orang baru dan masih banyak lagi. saya merasa ditinggalkan. harusnya saya tidak berpikir seperti ini karena kenyataannya keadaan yang membuat semuanya jadi begini. mungkin orang lain juga ada yang merasa saya berubah tidak seakrab dulu meskipun saya sendiri gak nyadar. tapi ya…itu. satu masa dimana satu persatu orang di kehidupan kita menghilang, sudah masuk ke masa itu kah?

but then again, there are friends who stick around. still hanging out as usual, not having awkward and meaningless conversations like “eh kemana aja?”, “sombong ih”, “sibuk apa sekarang?”, “ntar kita maen bareng lagi yuk” and any other bullshit. those are friends I’ll hold dear and i’ll make sure i will be there for them as long as i could.

tapi tahun dua ribu empat belas tidak melulu soal kehilangan, banyak juga hal-hal yang saya dapatkan dan tentu membuat saya merasa sangat bersyukur masih bisa melewati tahun tersebut di kehidupan saya. tapi tidak akan saya bahas disini. mungkin di lain kesempatan saja itu pun kalau ingat :lol: mudah-mudahan tahun ini jadi tahun yang baik buat kita semua ya.

kalau menurut kalian, hal apa yang paling berkesan di dua ribu empat belas? :D