Si Mokele Mbembe

 

Jadi gini guys…

Saat saya nulis ini, waktu udah menunjukan jam 1 menuju setengah dua. banyak sekali hal yang lagi saya pikirin (karena usia segini memang sudah saatnya mikirin yang penting2 *duh*) dan saya juga kehausan karena ternyata belum minum dari tadi. so far so bad ya tulisan ini karena gak nyambung sama sekali sama judul postingannya. tapi tenang, we’re getting there slowly. slowly but sure. pediasure (?)

beberapa jam lalu saya ketemu sama teman yang sudah akrab sedari sekolah menengah pertama, ngomongin sesuatu yang mudah2an sih jadi duit (karena usia segini memang sudah saatnya cari duit *duh* tapi kok kaya yg copas tulisannya *pret* *byar* *jlegur*). setelah beres ngomong serius, lalu biasa lah kita ngobrol apa yang biasanya diobrolin sama teman. ngobrol soal perekonomian eropa, kondisi industri tambang yang lagi jelek dan juga ngomongin hubungan antara manusia dan Tuhan. teman macam apa pula yang ngobrolnya seperti ini….

jokes aside, we talked about our lives and also, other people’s lives. ngomongin hidup sendiri mah gak akan lepas sama ngebanding2in rejeki kita sama orang lain. saya ga akan ngomong so’ so’an soal bersyukur sama diri sendiri disini karena saya juga masih berusaha untuk itu (?) but you know, we’re at the age where when we decide to just step back for a while and appreciate everything (that should be appreciated), other people would just….dashing relentlessly forward towards their goals and success while we just stood there, stuck in the so-called act of appreciation. it makes us feels like shit in the end.

tapi yang bisa kita lakuin ya cuma berusaha. minimal ada sesuatu yang menghasilkan yang bisa kita lakuin ya entah apa itu bentuknya. gak cuma diem aja meratapi atau stres tentang masa depan yang belum pasti. bullshit sih orang2 yang pada optimis di sosmed itu. saya yakin mereka juga takut sama masa depan malah mungkin lebih takut dari saya sendiri.

terus apakah saya diem aja? tentu saja nggak. saya coba keluar dari zona nyaman dengan coba berjualan memasarkan produk keluarga yang sebenernya udah didagangin udah lama cuman belom ada di dumay aja. cek >>>DISINI<<< ya dagangan saya~ Miss-U Snacks menyediakan cemilan kekinian yang lezat, higienis dan halal~ okey promosinya sampai disini saja (?) I’m trying all sort of things too. berharap salah satunya bisa jadi sumber pendapatan dan peluang2 yang baik kedepannya. rencananya saya pengen bikin juga postingan khusus pengalaman saya pertama kali dagang tapi gak tau kapan hehe…

last but not least, what the fuck is mokele mbembe?

jadi pas barusan kita ngobrol itu, dari sekian banyak subjek pembicaraan, musik pasti harus ada. mokele mbembe ini adalah hewan (?) inspirasi lagu dari band polka wars yang judulnya mokele. lagunya silakan dicari sendiri yes. makna di balik dari lagu tersebut (sesuai yg kita bicarain, mungkin aslinya mah bukan) adalah suatu keindahan yang gak banyak orang yang bisa liat. mokele mbembe ini sendiri adalah semacam dinosaurus mitos yang kira2 sejenis lochness lah. antara ada dan tiada (?).

terus hubungannya sama postingan ini apa dong? gak ada sih sebenernya. tapi kalo dipaksa harus nulis hubungannya apa, mungkin tindakan bersyukur dalam perjuangan di problematika hidup kita saat ini termasuk sebuah keindahan yang gak banyak orang bisa ngelakuinnya. susah, tapi bersyukur. bersyukur, tapi masih susah. tapi tetap bersyukur. mudah2an saya bisa terus bersyukur sesulit apapun masalah hidup yang bakal saya alami.

edan pisan urang bisa ujug2 nyambung kadinya euy….

2 comments

  1. diabetes · August 2

    haha, lieur ah abi macana ge …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s