Ruang Berkarat

Selamat berjumpa kembali, ruang keparat!
Ini aku, yang dulu selalu menimbun umpat.
Tuang murka dari celah-celah yang tak rapat,
Kerap seruak dari tangis yang sarat.

Ruang keparat! Aku rindu!
Ingin menghantam dengan kataan baku,
Mendendam tanpa batasan waktu,
Beringas, tak kenal kelu.
Terus menggonggong tiada berlalu,
Hingga kafilah takut padaku, tak berani maju.

Walau dengan tangan hampa, tak pernah sesali.
Kedatanganmu kuharap mengembalikan arti.
Pada diri yang tak akan pernah sempurna ini.
Yang penuh karat dalam hati.

( Bandung, 31 Agustus 2015 )

4 comments

  1. TitinTrisnawati · August 31, 2015

    Kok jadi merinding ya mas baca postingannya..:-)

    • Diffa Imajid · September 1, 2015

      wah saya juga pas lagi nulis ini sama merinding karena ruangannya agak dingin😆

  2. kutukamus · September 25, 2015

    Artikulatif pisan
    Hangat menyayat

    Gambar dan tulisan
    Mantap amat😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s