The Love That I Thought, May Not Be Love At All

jadi ceritanya saya habis menonton sebuah film yang dimana endingnya adalah gambaran kenangan-kenangan indah dan senyuman yang tulus dari para pemeran utama untuk satu sama lain. tapi yang saya rasakan adalah semacam perasaan sesak di dada. tentang harapan dan keyakinan yang perlahan-lahan terkikis waktu, berubah bentuk karena perkataan dan perbuatan yang dilakukan sehingga menghasilkan sebuah kenyataan dan masa depan yang sama sekali berbeda dengan apa yang semula diinginkan. kemudian sesuai dengan umur (atau mungkin tidak) muncul sebuah pertanyaan di benak saya yang mungkin terdengar klise apabila diucapkan. apa itu cinta? apakah sesuai dengan yang saya bayangkan? karena setelah melihat film ini, saya pikir apa-apa yang saya ketahui tentang cinta sama sekali jauh berbeda dengan cinta yang sebenarnya.

banyak pengorbanan yang dilakukan seseorang terhadap orang yang dicintainya di awal waktu. banyak yang sudah membuktikan kesungguhannya dalam melakukan hal-hal yang mungkin tidak semua orang mau melakukannya. waktu, tenaga, materi dikeluarkan tanpa pamrih. idealnya begitu terus sampai tua renta. tapi mari kita lihat dari sisi yang berbeda. dari sisi mereka yang pada akhirnya meninggalkan pengorbanan mereka begitu saja. ada yang hitungan bulan, tahun, sepuluh tahun, dua puluh tahun dan kemudian semuanya jadi tidak relevan lagi. apa itu cinta? apakah keputusan untuk mengakhiri semua yang sudah terjadi selama ini dan berusaha jujur pada diri sendiri itu termasuk ke dalam arti cinta? apakah keputusan untuk menerima kenyataan bahwa seseorang yang kita cintai dan dulu mencintai kita telah melupakan segala alasan untuk menjalin hubungan bersama itu termasuk ke dalam arti cinta?

apa itu cinta? hal-hal yang indah saja? apakah kesedihan termasuk di dalamnya? apakah dalam mencinta harus menyertakan rasa sedih? ya, mungkin tidak akan ada orang yang ingin menjalani cinta ketika dia tahu pasti akan merasakan kesedihan. tapi kenyataannya, manusia terus berjalan dengan pemahaman cinta yang mereka ketahui sendiri dan berbeda-beda dengan orang lain. apakah menerima kekurangan fisik/mental orang yang kita cintai termasuk dalam arti cinta? benar, bagi sebagian orang dan salah, bagi sebagian orang yang lain. apakah merelakan orang yang kita cintai pergi bersama dia yang bisa memberikan segala yang lebih dari kita termasuk dalam arti cinta? lagi lagi benar, bagi sebagian orang dan salah, bagi sebagian orang yang lain.

mereka tersenyum, mereka merelakan satu sama lain dan saya disini hanya bisa menganggap bahwa itu hanya sandiwara. bualan. omong kosong. sembari memikirkan bahwa orang lain mungkin tidak setuju dengan saya.

apakah semuanya benar? apakah semuanya salah?

saya mengantuk dan rasa sakit di dada ini belum benar-benar hilang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s