Landasan (Bagian Dua)

ada api yang kulihat,
menyeruak dari kelam dan sunyi hati.
menggerogoti,
tulang menyusun mereka yang lalai.
membakar daging, merangkul daun-daun kering.
berselimut terang kelabu,
api masih menari.

pekak kudengar rayuanmu,
merajut kabut hingga surya tak mampu menembusmu,
ruang waktu tak sanggup memelukmu,
dan kata maaf tak lagi cukup untukmu.

wahai hari esok yang akan mati,
untukmulah layang kata-kata ini!
hingga nanti saat kita tertatih-tatih mencari arti masing-masing diri,
aku akan terus melihat api,
walau telah padam ia menjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s