Tentang Penembakan Kantor Charlie Hebdo

Karena lagi pada rame tentang “je suis charlie”, saya jadi pengen sedikit berkomentar.

Ringkasnya, Pada 7 Januari 2015, sekitar pukul 11:00 CET (10:00 UTC), tiga pria menggunakan masker melakukan penyerangan di kantor pusat majalah satir Perancis Charlie Hebdo di Paris. Laporan awal menyebutkan bahwa 12 orang tewas dan 10 orang terluka dalam serangan ini. Pria bersenjata memasuki gedung dan mulai menembak dengan senjata otomatis, dilaporkan sekitar 50 tembakan telah dilakukan. Dua di antara yang tewas merupakan petugas kepolisian. Pria bersenjata tersebut dilaporkan meneriakkan “kami telah membalaskan dendam Nabi Muhammad” di saat melakukan serangan. Beberapa saksi mata melaporkan bahwa pria bersenjata tersebut diidentifikasi merupakan anggota Al-Qaeda di Yaman.

Sebelum berkomentar, alangkah baiknya bila mengetahui kedudukan media di Perancis dan kecenderungan dalam pemberitaannya. Memahami media di Prancis itu beda dengan media-media di Indonesia. Di Indonesia, media dibangun berdasarkan pasar. Misalnya, media islam dibangun karena ada pasar religius di market tersebut. Ada pula media yang dibentuk berdasarkan etnis tertentu, karena memang ada pasarnya di Indonesia. Ini terjadi karena media di Indonesia pemahamannya adalah rating-based atau readership-based.

Kalau media di Prancis dibangun berdasarkan ideologi politik, sayap kanan atau sayap kiri? Atau di tengah-tengah? Atau perpaduan sedikit sayap kiri dan banyak sayap kanan, dan sebagainya. Makanya kalau baca satu kejadian, koran Le Monde sama Le figaro bisa sangat berbeda cara menarasikan beritanya. Apalagi Charlie Hebdo. Charlie Hebdo itu sayap kiri. Sayap kiri itu artinya sosialis. Sosialis itu artinya tidak percaya dengan hierarki sosial. sehingga tidak ada kompromi dalam memberitakan sesuatu. Nah, begitu juga kalau memuat tentang isu2 agama. ini cuma mungkin, tapi bisa saja latar belakang mereka membuat karikatur Rasulullah itu hasil pemikiran kalau bisa membuat materi tentang Pope Francis, kenapa Nabi Muhammad tidak bisa?

Apakah charlie hebdo melakukan perbuatan yang buruk?

Ya, tentu saja. Dalam Islam sendiri tidak boleh memvisualisasikan wujud dari para Nabi dan Rasul karena mereka adalah manusia-manusia yang diistimewakan Allah. Keistimewaan ini membuat kita tidak memperbolehkan seorangpun untuk memvisualkan mereka dalam bentuk grafis atau diperankan orang, karena orang-orang yang memerankan mereka bukanlah orang-orang terpilih dan ma’shum. Lagi pula tidak ada yang tahu dengan pasti bagaimana rupa dari para Nabi dan Rasul sehingga kredibilitasnya tidak terjamin. Terlebih lagi, Perancis adalah negara dengan populasi Muslim terbanyak di Eropa. Ini adalah contoh pemanfaatan freedom of speech dengan cara yang sangat tidak baik.

Apakah mereka (Charlie Hebdo) pantas mengalami kejadian kemarin?

Tidak. Menurut saya tidak ada manusia yang pantas dibunuh dengan alasan seperti itu. Juga tidak ada seorangpun yang berhak melakukan tindakan buruk mengatasnamakan agama Islam apalagi membunuh orang lain. Yang menjadi korban bukan cuma mereka yang bekerja di Charlie Hebdo tapi juga semua umat Islam yang secara tidak langsung direpresentasikan oleh oknum-oknum pembunuhan itu. Padahal saya sakin mayoritas umat Islam merasa diwakilkan saja pun tidak. Kejadian ini semakin menguatkan stigma masyarakat global tentang asosiasi Islam dengan terorisme dan kebrutalan dan ini adalah hal yang sangat tidak saya harapkan.

Je suis Charlie? Please don’t take offence – but, non, je ne suis pas Charlie.

Meskipun saya sangat tidak setuju dengan tindakan pembunuhan di Perancis itu, tidak berarti bahwa saya setuju atau mendukung tabloid tersebut. Mereka adalah contoh dari orang-orang yang memanfaatkan kebebasan berbicara dengan buruk

Intinya, menurut saya tidak ada orang layak dibunuh, tetapi hanya karena mereka tidak pantas , bukan berarti mereka melakukan hal yang benar. Harapan saya, masalah seperti ini tidak usah diselesaikan dengan darah. Banyak cara lain untuk melayangkan protes atau bentuk ketidak setujuan yang lebih diplomatis seperti lawsuit atau apapun. Bukan dengan teriak-teriak Allahu Akbar lalu membuat nyawa orang lain melayang seperti ini.

Semoga dunia ini jadi lebih baik dan kita semua bisa hidup rukun di dalamnya.

Bagaimana pendapat kalian tentang masalah ini?

beberapa informasi dikutip dari wikipedia dan askfm (Rio_damar, to_rant)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s