Kemarau Sapuan Hujan

Tidak ada kalimat terdengar nyata yang bisa menggambarkan,
Bagaimana kemarau habis dalam satu sapuan hujan.
Masih tidak percaya, fiksi. Pikiran mempermainkan.
Namun detik tak menjalankan, aliran darah terbekukan.
Aku sadar bahwa aku,
Tak pernah ada disana, akhirnya.

Jingga lampu jalan, sisa-sisa waktu lalu.
Yang harusnya telah mati, menutup siang yang malu.
Kepada malam yang menjadi tabir.
Kepada aku yang ada di bawahnya,
Tersapu bersih.

Satu lagi kemarau, menghilang.
Oleh satu sapuan hujan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s