Pak, Mau Kemana?

pada suatu malam yang letih, lelah.
namun tiada berpaling arah.
bersama alir kabut sisa-sisa hujan dan jingga lampu malam.
delapan puluh kilometer per jam.
disampingnya, berjalan seorang tua.
dengan kecepatan yang sama. tak lazim.
“aku hendak menuju akhir, anak muda.”
“kita dapat berbicara seperti ini, apakah artinya aku melangkah di jalan yang sama dengan anda, pak?”
“mungkin. bila kau terus berbicara denganku tanpa melihat kendaraan-kendaraan didepanmu.”
sang muda menitikkan air mata.
karena sadar pada nyata,
bahwa perbincangan barusan hanya didalam kepalanya semata.
entah berapa lama lagi mobil jenazah ini sampai.
entah berapa lama lagi bapak itu sampai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s