Membiasakanku

duhai engkau,
maaf bila isi benakku masih berserakan. belum kurapikan.
belum kutata dalam rak ingatan. belum kuindahkan.
namun karena pendarnya menyilaukan, menghangatkan, menenangkan.
buat tak ingin beranjak. tak ingin mengatur letak.kenangan-kenangan acak, mimpi-mimpi lalu dan kias-kias semu.
semua menjadi nyata. engkau menjadi ada.

biar kuresapi dahulu,
karena buatku, masih sulit untuk bisa percaya.
kata-kata yang kuucap, serpih hati yang kubenamkan dalam aksara,
segala rindu yang tak terbalas dan semua detik yang telah terbuang,
kini telah terbayarkan.

tolong mengerti,
aku hanya butuh beberapa waktu.
agar semua nyaman ini marasuk kedalam kulitku.
melekat di hatiku.
membiasakanku, denganmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s