Apresiasi Dalam Bentuk Tertinggi

kalo misalnya suatu saat saya dipanggil oleh almamater saya untuk menyampaikan sebuah speech atau materi tentang perjalanan hidup setelah lulus sekolah/kuliah, mungkin paragraf-paragraf yang saya tulis di bawah inilah yang akan saya bawakan. karena biasanya lesson learned in a hard way adalah sesuatu yang jadi hal yang paling melekat di pandangan hidup. dalam hal ini buat saya adalah masalah apresiasi. apresiasi teh apaan sih?

apresiasi menurut KBBI adalah
1. kesadaran thd nilai seni dan budaya.
2. penilaian (penghargaan) thd sesuatu.
3. kenaikan nilai barang krn harga pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah.

yang saya bahas disini adalah yang nomor 2 yaitu penilaian/penghargaan terhadap sesuatu. apakah ada manusia yang tidak ingin dihargai? saya yakin tidak ada. entah itu dihargai keberadaannya atau sesuatu yang dikerjakannya.

kalo dulu masih jaman sekolah, kita-kita pasti pernah ngalamin saat ulangan, matematika misalnya, guru-guru kita pasti memasukan kriteria penilaian mereka terhadap penulisan rumus-rumus yang digunakan buat menjawab soal. “pake caranya” istilahnya. itu bukan sekedar omong kosong. saya pun mengalami sendiri meskipun hasil kalkulasi saya salah, ketika saya menggunakan rumus yang benar, guru tidak langsung menyalahkan saya. bahkan memberi skor (meskipun tidak full) karena memakai rumus yang benar.

tapi ketika memasuki dunia kerja, semuanya berubah drastis. demi mendapatkan sebuah tujuan, orang tidak peduli cara apapun yang digunakan selama hasil tercapai selama itu tidak melanggar hukum & norma. itupun bila perusahaan yang bekerja di bidang yang “bersih”. kebayang kalo bekerja di bidang yang….tidak baik. segala cara dihalalkan.

i learned this lesson in a hard way. orang lain tidak mau tahu betapa sulit dan melelahkannya proses yang saya lalui demi memenuhi request mereka. entah saya sudah tersungkur, merangkak, berdarah-darah, sekuat tenaga berusaha, tapi bila hasil tidak tercapai, semuanya jadi 0. 0 besar. tidak ada artinya. nihil. dan pada akhirnya gak akan ada orang yang peduli seberapa keras yang diusahakan dalam proses tersebut.

dari situ saya keingetan lagi pas jaman-jaman sekolah dan kemudian menyadari bahwa penghargaan terhadap suatu proses adalah bentuk apresiasi yang paling tinggi. memaknai sebuah perjalanan yang tidak mudah hingga mencapai tujuan yang diinginkan. karena di dunia nyata, yang orang-orang butuhkan cuma hasil, hasil dan hasil.

jadi mulai sekarang, hargailah mereka yang mengapresiasi proses-proses yang kalian lakukan hingga kalian bisa mencapai titik kehidupan kalian yang sekarang ini😀

4 comments

  1. Gusti 'ajo' Ramli · April 7, 2014

    kita harus mengapresiasi proses ya.

    • Diffa Imajid · April 7, 2014

      bukannya harus. tapi pada akhirnya yg bisa mengapresiasi cuma diri sendiri. karena orang lain tidak akan menghargainya😀

  2. fasyaulia · April 13, 2014

    Gatau mau mulai dengan komen apa dif, kalau dijelasin bakalan panjang. Yang jelas mah, orang yang menghargai proses bakalan lebih menikmati hasil. Apapun hasilnya. Uhuy!

    • Diffa Imajid · April 18, 2014

      tapi saya masih saja sulit menikmati yang tidak nikmat kak. misalnya hasil dari proses-proses yang tidak dihargai :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s