Pagi Buta, Debu Terbang Diinjak Kaki

derap yang tidak terbilang,
kepul asap, laras panjang mengawal.
menyatu dalam hilang pandangan, terjang kesunyian.
cerita tentang pendahulu yang telah berpulang.
bukan takut nyawa meregang,
tekad itikad kuat terpegang.
bila tak kini, tak akan ada esok hari.
kepada matahari yang telah kami benamkan,
dedaunan yang masih basah, kayu-kayu yang merayu.
merangkul namun menentang maut.
para pengembara dari hutan gelap,
dan debu-debu yang menyesakkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s