Jurnal Mimpi 1 : Menunggu

hari menjelang siang.
tapi tak seperti biasanya, cuaca tidak panas. cenderung sejuk.
saya dan kamu menunggu diluar sebuah bangunan besar yang terlihat lebih mirip seperti rumah dibandingkan gedung besar dari sebuah institusi.
halaman gedungnya adalah padang rumput yang luas. seingat saya, tidak ada bangunan lain didekat gedung ini. bila dipikir-pikir, aneh juga ada bangunan urban ditengah padang rumput.

dipelataran gedung banyak kursi. saya tidak ingat apa bahannya tapi bentukannya jelas bukan kursi santai. banyak orang juga yang menunggu disana seperti mengantri untuk masuk ke gedung itu. perasaan saya mengatakan kalau masuk ke gedung itu bukan untuk mendapatkan sesuatu, tapi untuk pergi ke suatu tempat. tapi gedung itu tidak berbentuk seperti stasiun atau pemberhentian transportasi umum.

kamu duduk disebelah saya memakai sweater merah dan rambut sebahu dengan poni yang menutupi kening. kita berbicara tanpa henti dan becanda sesekali. tapi yang paling saya ingat adalah kamu terus menggenggam tangan saya tanpa pernah melepaskannya barang sekalipun. kemudian tiba saat kita untuk memasuki gedung tersebut.

lalu saya terbangun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s