Ulang Tahun, Dalam Beberapa Sudut Pandang

ketika saya bicara soal ulang tahun, apa yang ada di pikiran kalian? traktiran? kado? makan-makan? balon? kue?

saya sendiri tau kalo ada yang namanya perayaan ulang tahun selain dari tv, juga dari teman yang merayakan dan mengundang saya untuk ikut meramaikan. itu pada saat saya kecil. tentu saja setelah melihatnya ada sedikit keinginan untuk melakukan hal yang sama. tapi entah kenapa semenjak saya kecil, saya tidak pernah sampai hati untuk merayakan ulang tahun saya. paling cuma sekedar makan-makan diluar sama orang tua saja. saya sudah merasa cukup.

gede dikit, saya menemukan fenomena bahwa orang-orang yang berulang tahun biasanya dimintai traktiran oleh teman-temannya. ini asalnya darimana ya? saya bahkan mengadakan sedikit analisa terhadap fenomena ini. kesimpulan pertama, mungkin mereka yang minta traktir beranggapan bahwa mereka yang ulang tahun itu diberikan sesuatu yang mungkin yah…ini mah mungkin…diberikan uang oleh orang tuanya atau diberikan insentif darimana gitu sehingga bisa dipakai untuk nraktir.

kesimpulan kedua, mungkin orang yang ulang tahun itu di hari ulang tahunnya secara ajaib diturunkan uang dari langit sehingga bisa nraktir temen-temennya. doesn’t even make sense right? nih saya kasih tau. i’ll state the obvious.

orang yang ulang tahun itu gak sekonyong-konyong punya banyak duit men.

saya mungkin keliatan pelit ngomong ini. tapi bukan kayak gitu sih maksud saya. ini cuma ngingetin aja biar kita semua lebih considerate sama omongan kita sendiri. buat saya pribadi, nraktir itu gak usah nunggu ulang tahun kok. kalo saya ada rejeki orang gak usah bilang pun biasanya saya usahain buat nyenengin ya entah dengan sekedar nraktir atau gimana. lagipula, traktiran yang tanpa unsur disuruh atau paksaan itu jauh lebih berarti sih.

selain itu, ada juga orang yang ngerayain ulang tahun secara berlebihan dan ngelakuin hal-hal yang gak ada gunanya macam disiram, dilempar terigu + telor dan segala kelakuan negatif lainnya. saya sendiri selain gak suka, bingung juga mau komentar gimana karena gak jelas tujuannya apa dan maknanya apa dari ngelakuin itu semua. yang ada bikin kotor iya, bikin malu iya.

terus, ada orang yang kalo misalnya ada yang ulang tahun, suka bilang “selamat berkurang umur. kamu setahun lebih dekat dengan kematian.” dan kalimat-kalimat negatif lain semacam itu seakan mereka sendiri adalah jelmaan malaikat pencabut nyawa yang tahu kapan orang bakal tutup umur. iya, they have a point for saying that. tapi kalo dimaknainya kayak gitu menurut saya asa kurang baik aja sih.

terlepas dari itu semua, buat saya, hari ulang tahun harus dimaknai sebagai momen buat ngerefleksiin apa aja yang udah kita lakuin, apa aja yang udah kita capai, apa yang jadi kekurangan kita selama ini dan apa yang harus kita lakuin biar bisa lebih baik kedepannya. juga yang paling penting adalah ungkapan rasa syukur atas umur & kesehatan yang udah dititipin buat kita. tentunya, sedikit apresiasi atas pencapaian gak jadi masalah.

a treat for myself😀

so, intinya, momen ulang tahun itu ga usah dirayain berlebihan dan dianggap sebagai suatu momen dimana kalian harus ngapain yg aneh-aneh gitu. tapi lebih baik dijadiin pengingat untuk bersyukur & bahan renungan buat masa depan supaya bisa lebih baik. lagi.

maaf kalo tulisan ini keliatan munafik. tapi saya kalo jujur gak bisa nyusun kata-kata dengan baik makanya kebanyakan nulis puisi buat nutupin ketidakbisaan saya dalam bikin tulisan yg sesuai dengan apa yang saya maksud. tapi saya bakal berusaha biar lebih baik lagi dalam menulis. hahaha😆

selamat ulang tahun, aku & saya.

4 comments

  1. Ilham · December 17, 2013

    selamat ulangtahun masbro imajid. semoga sisa umurnya jadi berkah dan manfaat. terus berkarya.

  2. muslim El Yamani · December 17, 2013

    Sepakat kawan, memang sebagian dari tulisan ini saya setuju, karena ngerayain ultah itu tidak hanya terfokus pada siram-siraman, lempar-lemparan, dan juga traktiran, karena momen ultah itu seharusnya dirayakan dengan penuh rasa cukur bukan malah menghambur-hamburkan hal yang tidak penting.
    tpi kalo untuk traktiran diterjemahkan sebagai rasa cukur kita dan itu sedekah atau juga hadiah kpd teman2 kita, ya why not.
    salam persahabatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s