Pertemuan [1]

bergegas sulam kain itu kupakai.
pundi-pundi rejeki kurangkai dalam dompet.
untuk sekedar yakin, bahwa aku sudah siap,
ini adalah kataku kepada waktu,
“kapan kau akan pertemukan aku kembali dengannya?”
meracau aku, bergumam kepada langkah kakiku yang kadang-kadang berhenti.
kerikil yang seandainya bisa bicara, mungkin akan bertanya :
mengapa terburu-buru?
karena rindu, adalah jawabanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s