Merangkai Sayap Untuk Boneka Kertas

mungkinkah aku di angkasa?
yang pada tengadah ini tengah ada. mereka baik, dalam artian tertentu.
hanya perlu terjatuh dan mendengar apa yang jadi pijakan selama ini.
karena tidak pernah ada yang menempelkan telinga mereka pada tempat-tempat kotor, jika kau pikir.
kemudian pada jerami diikat tali-tali pada kaki-kaki. agar dua puluh orang dalam satu jasad itu berlari, tanpa tahu dari apakah mereka melarikan diri.
pola sayap malaikat lalu terbentuk dari jejak yang sudah tidak dipedulikan lagi.
terengah-engah dalam temaram dalam samsara yang mereka/dia buat sendiri.
langit tidak biru. seperti dugaanmu, gulungan awan menangi perlombaan angkasa.
tapi air tidak turun. sehingga perigi roman para pujangga tak dapat kembali penuh. karena sia-sia bila hanya ditumpahkan pada secarik kertas saja tanpa perihalnya tersampaikan.
di tanah lapang itu, tidak ada yang tahu. untuk apa mereka diciptakan, untuk apa mereka menciptakan. yang ada hanya boneka kertas yang kemudian beterbangan bersama serpihan pasir dari injakan yang terus menerus kepada sebuah arti yang tetap saja tidak dimengerti.
kemudian semua tertunduk. teriakan yang memekakkan jagat adalah hal terakhir yang kita semua ingat.
lalu mulailah sebuah kehidupan, yang nyata.

3 comments

  1. Chrismana"bee" · November 15, 2013

    Kata-katanya indah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s