Delusional, Delusi Nasional

suara suara suara…
parau dalam kemarau.
hujan rintik-rintik, tiga koma tujuh.
bubar bersama nasi bungkus dan remah-remahnya.
untuk esok sua kembali.

suara suara suara…
kukira labu, ternyata aku.
dalam garis batik, mengekor alur dengan patuh.
pugar reruntuhan tikus kantor dan induk-induknya.
untuk esok berdalih lagi.

suara suara suara…
kukira Bandung, ternyata Okinawa.
gulungan ombak dan kerang yang kita tukar.
bersama beberapa kata yang diguratkan diatasnya.
“segera bangun dari mimpi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s