Cinta Doang Gak Cukup

pernah gak kalian liat pasangan muda-mudi yang memperlihatkan afeksi terhadap satu sama lain dengan cara berlebihan? kayak misalnya banyak kasus-kasus PDA (Public Display Affection) yang sering keliatan baik di dunia maya maupun nyata. orang-orang PDA ini biasanya gak segan-segan untuk bilang “cinta” atau seakan-akan pasangan mereka ini adalah orang terakhir yang bakal menemani mereka sehidup semati. padahal mereka sama sekali gak tahu tentang apa-apa yg bakal terjadi sama mereka. bukan sekedar banyak lagi sih orang-orang kayak gitu menurut saya…

apakah kalian terganggu sama orang-orang seperti ini? kalo saya sih nggak. asalkan kata “Public” dalam PDA mereka tidak memasukkan saya ke dalamnya. tapi kayaknya mustahil ya? jangankan orang asing, temen yang kita kenal pun banyak yang berkelakuan kayak gini. jadi suka serba salah kalo mau ngeluh. gak enak juga bilangnya. tapi di sisi lain, udah barang tentu kita bakal risih akibat “kisah cinta” mereka yang seakan dijejalkan ke orang-orang.

kalo pendapat saya pribadi, persoalan relationship adalah hal berharga yang hanya beberapa pihak yang sebaiknya tahu. ibarat sebuah barang yang eksklusif dan barang yang diobral di pinggir jalan pasti beda harganya. lagipula, masa depan siapa yang tahu? bisa saja besok tiba-tiba berpisah, dan kemudian menjalin hubungan dengan orang lain, atau bahkan tidak menjalin hubungan apapun sama sekali sampai mati. itu bukan gak mungkin sih…

sepasang suami istri juga belum tentu jodoh. ini emang hal yang agak kurang enak buat dibahas, tapi realita gak bisa dipungkiri. angka perceraian lebih dari satu saja sudah menunjukan bahwa gak ada yang bisa ngejamin kelangsungan kehidupan asmara antara dua orang manusia. kebanyakan pasangan yang cerai meskipun notabene baru menikah alasannya adalah karena awalnya mereka cuma mikirin soal cinta, dan gak mikirin hal-hal yang lebih penting misalnya aja toleransi antar individu. sifat-sifat asli yang baru keluar pas hidup bersama biasanya jadi faktor utama sih. sayang banget tuh…

dalam agama saya (Islam) bahkan ada tata cara secara keagamaan dalam urusan perceraian (Talaq) yang membuktikan bahwa perpisahan itu sangat mungkin terjadi. ini yang ibaratnya masih pacaran apa masih pantas bilang “cinta” sedangkan mereka yang udah berkeluarga aja masih berkemungkinan untuk berpisah?

gapapa kalo mau bilang saya sok tahu. tapi cinta doang gak cukup buat menjalin kehidupan. kalo boleh saya analogiin, cinta di dalam rangkaian kehidupan dua insan manusia itu cuma lem. kalian gak bisa bikin suatu barang atau apapun cuma dari lem doang kan? butuh barang-barang lain macam kertas, plastik, cat dan lain-lain untuk bikin sesuatu yang indah, berguna, kuat atau apapun tujuan kalian itu. selain cinta, butuh juga kesabaran, kepercayaan,keikhlasan,keberanian dan banyak hal-hal lain yang nantinya barulah disatukan oleh cinta sebagai suatu rangkaian faktor-faktor kehidupan yang menunjang untuk mencapai tujuan bersama.

satu hal lagi soal cinta, saya sendiri gak berani buat ngomong kata ini karena menurut saya, cinta itu bukan statement, tapi achievement. didapat setelah kamu dan pasangan kamu mengeluarkan usaha sekuat lahir dan batin kalian dalam mempertahankan satu sama lain. di hari tua nanti, setelah berbagai aral melintang dan bermacam cobaan kalian lewati bersama tanpa ada kata berpisah, barulah kalian pantas disebut pasangan yang mencintai satu sama lain. itu baru keren.

ciiiiiieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee~

4 comments

  1. trikarai · October 9, 2013

    sadep banget diff…

  2. fasyaulia · October 9, 2013

    Shedhap euy baca ini, share di tweet ah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s