Maukah

Jika kau umpamakan dunia ini sebagai ruang tunggu, tempat menyatukan denyut penantian manusia demi sebuah panggilan yang mereka sendiri tak tahu siapa yang akan memanggil mereka, maka aku tak akan penuh setuju. Karena didalamnya, ada lebih dari sekedar itu.

Ketika kita dipertemukan dengan beberapa bintang dan secarik awan di langit, jelas ku tahu, bahwa sebenarnya rahasia yang ada di balik benak kita sendiri sebetulnya tidak serumit yang orang-orang katakan. Kita hanya butuh satu sama lain. Saling ada untuk bersama saja sudah cukup.

nona…
Angkasa merona, beberapa lontar ucapan diantara kita, dan hal-hal yang tak dapat terlukis kata lainnya tentu tak bisa disamakan dengan satu kebosanan yang kau rasakan saat sedang berada di ruang tunggu.

Jadi, maukah engkau mengakhiri segala penantian ini?

3 comments

  1. Idah Ceris · October 1, 2013

    Tersirat sebuah makna. Hohoho. Semoga Nona baca tulisan ini. . .🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s