Dari Langit

aku menata soal-soal tugas,
tentang apa yang aku lakukan, harus aku lakukan dan ingin aku lakukan.
beberapa diantaranya adalah mencuri waktu. itu tidak mudah. karena sebagaimana Tuhan bersumpah atas nama waktu, maka dia adalah satu kuatan yang kuasa, meski tidak maha.
meskipun aku diberikan satu sempat, aku tak yakin mampu. ia tak mudah, ia berharga.
kata-kata yang kutulis dengan menghabiskan waktu juga berharga. karena ada campur tangan waktu disana. juga sebagian perasaan yang berkembang, lagi-lagi karena waktu.

siang malam kadang-kadang aku mengingatmu, juga karena waktu. di sela-selanya yang menimbulkan kekosongan seakan berteriak ingin menjadi penuh. entah diisi dengan apa.
mungkin dengan lakuan sederhana, atau sekedar bertanya kabar apakah sudah makan atau belum. waktu memang ajaib saat aku menyadari bahwa ia bisa membuatku lebih perhatian pada kondisi lambung seseorang yang bahkan bukan milikku sendiri. seakan berbagi.

lampu jalan mulai menyala, karena waktu juga. menjadi malam adalah tugasnya. tugasku adalah menjadikan malam sebagai permintaan maaf karena beberapa hal yang kulakukan, menjadi sesuatu yang telah lalu. apa-apa yang akan kulakukan aku tak tahu. yang tahu cuma waktu…

karena waktu pula, kau diturunkan dari langit. mungkin untuk menemuiku.
aku harap begitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s