Morfin

berjalan adalah aktifitas yang bertatih-tatih dilakukan oleh sekumpulan kaki yang melayang di udara, menjejak angkasa dan melintasi kepalaku berulang-ulang hingga akhirnya aku ikut terseret dan tertatih-tatih mengikuti kemana saja para dampal kaki. kemudian mereka mulai berbicara…

kata demi kata sampai akhirnya beberapa alinea yang ada di otak akhirnya termuntahkan juga. sejenak aku terdiam dan menjamah lutut, kemudian mengais sisa-sisa tenaga, untuk terus melangkah dan tak melihat ke arah manapun kecuali pada ujung pelangi, personifikasi mungkin. bukan sesungguhnya…

aku tak akan menoleh, aku tak akan menunduk, aku tak akan mendongak. bahkan tak akan aku luruskan pandanganku. membiarkan rasa-rasa tanah dan bebatuan menyentuh kulit, yang kemudian mengelupas, terganti. cekungan-cekungan diatas pasir itu mulai terisi lagi. semua orang bilang, kemudian tengah laut menjadi senang. aku ditenggelamkan.

kemana saja aku pergi, tanpa melihat ke arah manapun dan terus melanjutkan apa-apa yang mungkin bertujuan tertentu. kulit kayu menjadi kering, dan jariku menang melawannya. tapi jariku tak pernah bisa menang dari segala yang kuucapkan sendiri. perkataanku lebih besar dari perbuatan. itu tidak berguna.

2 comments

  1. Ilham · August 23, 2013

    puitis as always. like it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s