Simplifikasi Perasaan

hanya hal-hal kecil yang sebetulnya meletakkan diri kepada diri yang lain, di sudut-sudut ingat.
tentang bagaimana sesuatu yang biasa menjadi istimewa, menyesakkan dalam hangat.
bisu yang tak semestinya, juga antara sebuah keinginan dan keharusan dalam setiap gelagat.
diantaranya, yaitu sebaiknya. yang baik menurutku, atau menurutmu. tanpa kita terlebih dahulu sepakat.

bertemu satu waktu dalam sejumlah masa juga sudah membuat hatiku penuh, semestinya.
namun perihal perasaan bukan hal yang begitu saja bisa dicukupkan, nona.
apalagi bila diserahkan kepada waktu saja. hiburan dalam hidupnya hanya sebuah penantian.
aliran waktu tak akan membuatnya lebih berani. karena tak ada kesempatan barang sedikit, untuk melawan.

ini sebetulnya cuma rindu, dan aku sedang mencoba menyederhanakannya.
tapi mengapa yang mengapung ke permukaan hanyalah beberapa kata terkaan?
apa aku takut bila rindu menjadi nyata, lalu malamku ditelan sisa-sisa kenangan yang bahkan tak pernah ada?
yang bisa kulakukan kini hanya tercekat. mengingat betapa mustahilnya peluang-peluang yang menjalinkan takdir,
meramalkan kejadian-kejadian, dan disempatkannya segala keinginan dan segala kegugupan, ketidaksiapan.

rindu ya rindu saja lah. tidak usah bersajak-sajak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s