Bilang Apa Kepada Bisu

harus bilang apa aku kepada bisu, kala jawab tiada menuju.
apa harus menunggu, berpacu dalam waktu, yang ujungnya pun masih kelabu?
sajak-sajakku hanya ingin bicara dan didengarkan, tetapi bukan oleh bulan yang tersipu dibalik segaris awan hitam.
bukan oleh wajahmu yang terpaling dari tatapnya, menghindar dari maknanya, menghapuskan jemu menanti saat siang dan malam bertemu,
memaksaku mengakhiri segala yang ingin mereka ucapkan.
karena waktu bukan milikku, bukan milikmu. meski kepada waktu kita menyerahkan diri masing-masing untuk dipertemukan kembali, bila niat tiada,
maka kuasa kala akan kembali kepada seberapa peduli kita satu sama lain.
sudikah beberapa aksara ini diserap maksudnya?
ataukah hanya akan menjadi ganti baris, demi ganti baris, demi ganti hari, demi ganti minggu,
menggantung saja bersama kabut yang menyeruak diantara segelas kopi…

aku tak tahu, aku mau tahu, apa kamu mau, aku mau kamu…

4 comments

  1. fasyaulia · June 22, 2013

    Deuh bimbang. Btw, bagus!

  2. buburasem · June 24, 2013

    hallooo bro kingkazer, main-mainlah ke blog baru hehe :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s