Kilat

menyapa jalan-jalan yang berdebu, sapuan bahu-bahu pemalu.bangku-bangku yang tidak tahu menahu, lampu taman yang sudah menahun.
gugur daun searoma parfummu yang satu-satunya temani duduk melamun.

bulan juni ini telah banyak kesedihan yang menyapa Sapardi, atau Sapardi yang menyapa kesedihan-kesedihan itu. meskipun banyak pula pilu bulan yang akan datang atau tlah lalu, junilah yang paling terlalu. hidupku yang mudah terakhiri pun malu. dalam isak tangis bumi dan segala penghuninya, syukurku tak pernah bisa lengkapi semua sendu. dalam duka, gurat-gurat yang membentuk sebuah permintaan yang terlewatkan, hangus mengabu. dan bulan juni tanggal sepuluh sudah layu…

aku ingin sedih, tapi apa yang bisa kubanggakan dari pipi yang basah. sementara mereka yang remuk hatinya pada mengembang senyum.
ini sebuah penghinaan bagi jiwa yang berhak untuk menangis…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s