Lima Lebih Tiga Sore

Aku yang duduk di kursi,
tapi bukan engkau yang menceritakannya.
kepada cerita-cerita yang lain aku menghadap.
butir air melangkah dan gempita swara.
mengubah kartini menjadi,
habis gelap, terbitlah hujan.
dalam dadaku suaka margasatwa.
sering kubiarkan anjing,
liar berkeliaran disana.
tirai hitam, tanpa pantul.
dibaliknya makna tersirap.
satu dua kata yang tertinggal,
jalan lagi kuambil, mengantarkan.
selain itu, makna yang terasingkan,
mengungsi dari kesejatian.
perigi-perigi kata mulai kering,
kutanggalkan pena dan jari-jari,
yang lelah mengungkap semua yang berlindung,
dari kesalahan, kesunyian,
kepalsuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s