Paru Penuh Beku

bersahaja, paginya selalu terbawa langkah, dan mata yang bosan menatap.
cahaya pertama merangkak cengkram batas pandang.
sedalam apapun gelap menelannya, bangkitnya tiada terhadang.
selama apapun ia memejam, ujung malam selalu dihancurkannya.
dan nafas pertama yang ia rebut dari semesta, adalah dunia penuh kata, yang kadang terlewat makna.

satu dua dawai berganti, terpetik embun jatuh dedaunan.
mengerti, walau terbang dan melayang bukan sejatinya.
bangun dan bersinarnya, dan putaran jagad raya.
udara fajar membekukan paru-parunya,
yang penuh dengan rencana.

5 comments

  1. fiaz · February 11, 2013

    Keren nih, kok bisa nulis keren gini

    • Diffa Imajid · February 11, 2013

      ini nulisnya pas lagi mumet sama kerjaan.
      cobain aja nulis pas lagi mumet😆

      • fiaz · February 11, 2013

        Ya ampun kok bisa, gue kalo lagi pusing malah. Tulisan jadi emosian banget

        • Diffa Imajid · February 11, 2013

          nah itu…tulisan saya itu emosi😆

          • fiaz · February 11, 2013

            Patut di coba nih, tapi untuk di simpan aja. hihihi
            Ga pd di baca orang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s