Puisi Yang Menulisku

ini bukan cuma tentang mixtape buatanku yang diputar saat pesta dansa kemarin, yang kemudian diganti menjadi lagu-lagu pertanda memulai pesta, oleh kekasihmu. dalam pandangku, dalam dekapanmu sembari kaki melangkah perlahan senada irama adalah aku. meski dalam nyata, meski hanya beberapa langkah dari tempatku berdiri, itu adalah jarak terjauh yang tak bisa kulampaui. juga tentang gundukan salju yang kusekop tanpa alasan, didalam lingkarannya aku berdiam. saat ku berdoa, semesta menjawab dengan menghadirkanmu dengan sapaan dan keberadaan. juga kacamata yang kau hadiahkan. entah yang kau maksud, untuk melindungi. aku tak pernah tahu. malam itu, dalam pelukanmu, aku ingin selamanya berdiam disana.

“kenapa orang-orang yang baik selalu memilih orang-orang yang salah?”

“karena kita menerima apa yang menurut kita pantas untuk diri kita.”

“bisakah kita meyakinkan bahwa diluar sana, ada yang lebih pantas untuknya?”

“yang bisa kita lakukan adalah, mencobanya.”

beberapa buku hadiah ketekunanku, pemberian guru, telah kukemasi dalam kotak yang aku sendiri tak yakin apakah bisa disebut cantik atau tidak. sebagian diriku juga kumasukkan kesitu. karena mungkin dalam 1000 hari kemudian, kita akan jarang bertemu. sering kutanyakan seandainya bisa kumundurkan waktu, atau kutarik kau dari masa lalu untuk hadir di hadapanku. atau mungkin satu malam kemarin. saat pertanyaan yang sama, yang dulu pernah kutanyakan pada guruku kau tanyakan lagi padaku. hanya jawaban itu yang bisa kupikirkan. tidak, hanya jawaban itu yang kurasa paling benar.

jangan merasa kecil, karena kau tidak. kau semesta untukku. bagai supernova menghantam tubuhku saat kau menanyakan kenapa aku tak pernah mengutarakan apa yang aku rasakan kepadamu. hanya kata yang terbata dan mata yang tertuju padamu, dalam diam, hanya kecupan. setelahnya, biar apa yang kita rasakan berdua di malam ini saja yang menuliskan sajak-sajak dan majas yang membingungkan. juga segala pertanyaan tentang mengapa kita tidak segera dipertemukan sedari dulu. aku tahu jawabnya.

agar semuanya jadi berharga.

*terinspirasi abis nonton Perks of Being Wallflower. you guys should watch it too :D*

2 comments

  1. fasyaulia · January 15, 2013

    Dif, ada sunshine award buat kamu. Cek ya -> http://fasyaulia.wordpress.com/2013/01/15/sunshine-award/🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s