Basa Yang Basi (Lagi)

selamat malam semuanya.

wah, sudah berapa lama saya tidak menulis postingan ramah nan bersahaja seperti ini *apeu*. saya akhir2 ini jarang posting *entah sudah berapa pemilik blog yg memulai tulisan dengan kata2 seperti ini* bukan karena sibuk. sebetulnya setiap malam saya selalu buka wordpress. cuma, kronologisnya, buka wordpress, ketik new post, lalu dibiarkan begitu saja sampai komputer saya shutdown karena sudah terlalu malam. kadang juga begitu saya menulis, sudah panjang lebar dan cetar membahana *apeu ke-2* entah kenapa saya begitu berhasrat menghapusnya hingga jadi kosong lagi.  jadilah blog saya ini sepi tanpa tulisan.
huhuhu…ah kenapa saya nulis “huhuhu” ya?

kalo boleh jujur, semua tulisan saya di 2 bulan terakhir ini semacam “kek-tai” gitu kalo kata anak gaul jaman sekarang. yah begitulah saya juga kurang tau karena saya meskipun anak jaman sekarang tapi tidak gaul *serahlo dip*. saya ngerasa tulisan saya semacam cuma susunan huruf,spasi dan tanda baca aja. gak ada nyawa. kayak nulis tapi bukan untuk diri sendiri.

menurut saya, sebaik2 karya yang menjadikannya itu ada beberapa hal. salah satunya, kejujuran dalam hasil karya. kalo misalnya tulisan yang dibuat atau karya yang dihasilkan itu cuma hasil pretensi, meskipun ga ada bentuk kongkrit yang bisa ngejelasin, tapi itu bakal kerasa gak ada artinya. ya, semacam tulisan2 saya 2 bulan terakhir ini. saya ibaratnya sedang berusaha menciptakan sebuah keagungan dari ketiadaan.

sederhananya, saya pengen membuat satu karya yang keren yang sebetulnya bahannya itu cuma dari bullshit doang. dan seperti yang saya kira, hasilnya gak ada yang bagus. saya seperti bukan diri saya disitu. dan bahkan kalo misalnya saya menjadi diri sendiri disitu pun, saya ngerasa bahwa saya yang sekarang ini sudah mencapai batas tertentu dimana apa yang saya hasilkan belum bisa jadi lebih baik lagi.

saya percaya, untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa, input yang masuk ke diri pun harus sesuatu yang luar biasa. atau mungkin menemukan keluarbiasaan dari hal2 yang sederhana dengan kejujuran itu tadi. sedangkan saya sendiri, kasarnya, membuat puisi tentang cinta, padahal saya sendiri gak tahu mencintai itu seperti apa dan dicintai itu bagaimana rasanya. juga misalnya, membuat tentang keagungan dan kuasa Tuhan, padahal saya sendiri merasa bahwa saya gak cukup menggali bukti dan ilmu yang menyatakan dan mencontohkan hal2 tersebut. pada akhirnya, saya jadi tidak puas dengan apapun. saya buang semuanya.

2013, harus terjadi sesuatu yang luar biasa terhadap diri saya. entah yang asalnya dari kuasa Tuhan atau yang saya usahakan sendiri. beberapa sudah saya agendakan, tapi saya menyerahkan sebagiannya pada Tuhan untuk menjadikannya kejutan buat saya. mudah2an seiring perjalanan saya mencari hal2 yg luar biasa, karya2 saya juga ikut menjadi luar biasa.

eh, tapi kalo udah dibaca2 lagi, tulisan saya ini kok gak nyambung ya ._.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s