Maha Cinta

nafasku yang membeku dipenghujung malam adalah sebuah kesaksian, dari apa yang telah ditetapkan kepadaku. diantara rusuk yang terkurangi, rongga-rongga yang menampung doa. kepada cakrawala yang mengabarkan makna.

ruh yang menggerakkan tulang belulang serta serat daging ini adalah sebahagian dari milik-Nya. juga apa yang aku rasakan kepada makhluk sesamaku adalah sebahagian rasa-Nya. kita adalah jalinan keseluruhan rasa yang tak biasa, hingga pada akhirnya membentuk apa yang sesungguhnya Ia berikan pada kita semua.

jalan raya yang tak tidur ini juga sesederhana cintanya, yang dengan keras kepala membantah untuk memejamkan sadarnya, demi menjaga segala yang Ia kasihi. tanpa kata, tanpa pengharapan. seperti lampu kota yang kita tak sadar kapan ia bercahaya dan kapan ia mati, selagi menerangi jalan yang melintasi.

tiada satu apapun di dunia ini selain kenyataan dan kesungguhan.
dan panjat doaku setiap saat, agar setiap perbuatanku juga menjadi sebuah pembuktian,
serpihan kecil dalam diriku, dari Sang Maha Cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s