Singgasana

kepada nisan yang terbuat dari batu itu aku bercerita. tentang langkah-langkah sebelum pertemuanku dengan tempat kediamannya. tentang aku yang terus menyeret kaki yang belum sembuh benar dari luka. karena kepada daun kemerahan yang beterbangan dan pepohonan yang masih sedikit basah, aku tak sanggup bila tidak memenuhi panggilan mereka. aku kembali, demi sebuah pertemuan.

ya, tidak ada yang mengharapkan aku disini, disana, dimanapun. selalu yang kutanyakan pada diriku, apakah aku hidup hanya untuk memenuhi harapan? tak dapatkah aku berkeinginan? setelah mantap pada pertanyaan pertama, muncullah sang pendampingnya yang bernama,”apa yang benar-benar aku inginkan”. setelahnya, aku kembali ke titik awal.

bintang utara telah kutinggalkan. demi mencari sesuatu yang mungkin bisa menjadi jawaban dari semuanya. jiwaku ini seperti batuan logam. dan dunia ini lah tempat penempaannya. apakah aku akan menjadi pedang melegenda bagai kemilikan paduka negeri sebrang, Raja Arthur. atau aku hanya akan menjadi panci yang sering digunakan Ignaccio untuk memasak di dapur kerajaan.

disaat para makhluk berjiwa lainnya saling mengadu keyakinan mereka, tentang dunia milik siapa yang paling sempurna. aku disini bahkan tak yakin dengan apa yang dimaksud dengan dunia itu sendiri. yang aku tahu, saat malam yang penuh kengerian dimana gubuk penduduk semua terbakar, dan para jendral bawahanku satu persatu terlubangi tubuhnya oleh senjata perang, dan…saat melihat dia yang kucinta, membukakan jalan, menerjang ksatria berbaju zirah agar aku dapat melarikan diri, tanpa sempat menutup mata, ia meregang nyawa. itu adalah saat dunia yang aku tahu, berakhir.

wahai batu, hari ini, aku berulang tahun. sudah 365 hari kita tidak bertemu. ditempat ini, segala yang dimulai, akan berakhir. mungkin aku, dan beberapa batalion pasukanku dibelakang ini tidak akan kembali kesini untuk ketiga kalinya. tapi jika keajaiban dengan segala keajaibannya berpihak padaku…ah, sudah bukan waktunya lagi mengharap pada keajaiban. tombak milikku ini serasa bergetar, ingin menyampaikan sajak-sajaknya kepada kepala musuh.

aku akan membuat dunia baru.

*selamat ulang tahun yang pertama untuk blog saya ini. mudah2an banyak ide dan inspirasi yang lebih baik bisa dituangkan di blog ini kedepannya. amiin *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s