Mahkota Kusut

ini adalah pagi-pagi yang terangkul mimpi,
terbawa padi-padi oleh ibu tani ke penggilingan pada suatu hari.
melangkahkan angin ke pangkuanku, merta serta telapak tanganku tersipu disapanya.
tangkup tangan yang membukakan jendela tadi malam sudah berada dalam dekapan.
nafas yang bersahutan mengukir sajak-sajak yang terhias segala pilihan yang terjejak.
kita menyayangi pasir, yang jutaan dirinya memeluk kaki dan punggung, juga sebahagian lenganmu yang terbakar matahari. dan juga ombak yang selalu menjemput. kalbu samudera tak sedikitpun lupa, akan apa yang ia bisikkan pada daratan. kita tak akan terpisahkan.

kepada masa-masa indah kita mendamba.saat Tuhan titipkan lara diantara.
gandeng tangan pun tak akan selamanya. gelak tawa juga sementara.
saat ragu landa, memudar yakin, menebas ikrar.

namun ada satu taut yang mengasingkan kata-kata makian, sumpah serapah dan segala benci.
saat termenung dalam asa kendati, tersembunyi riuh teriak mereka yang mengelukan nama.
diam hanya termiliki, dan lakuan yang jadi pandu.
yang ingin aku lakukan hanya terbangun dari lelap panjang,
dan temukan tanganku ada dalam genggamanmu, wajah tertidurmu,
juga rambut kusutmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s