Besok Aku Akan Menemuimu

ketika waktu hanyalah sebuah kata, yang pada akhirnya menjawab semua tanya, aku akan berpura-pura tidak tahu. telingaku akan kusumpal dengan racauanku sendiri. biarlah aku binasa didalamnya. meranggas tersapu angin musim gugur. gugur jiwa.

mungkin kau tak akan pernah bisa tidak percaya, ia yang dulu meninggalkanmu sendiri, di meja samping jendela sebuah kafe dipelataran langit, ia sama sekali tak bermaksud seperti itu. dan sekali lagi, seperti uap, maksud hanyalah sebuah kata-kata. ia mencerca siapa yang melahirkannya. kita semua.

cahaya matahari sore menembus kaca jendela yang retak akibat teriakanmu yang desibelnya tak dapat kuhitung. yang tersisa hanya bingkai kayunya saja.  juga lantai-lantai yang  menjadi saksi. kau dan aku  berteriak dalam diam. memekak kesunyian. menggelorakan rasa. membungkam seluruh frekuensi yang terbilang dan yang tidak.

dan  saat telapak tangan kita bersentuhan, merekalah yang akan mengucapkan selamat tinggal. kepada harapan, kepada hari kemarin, kepada hari ini, tentang angan2 yang nyatanya kuhias sendiri. tidak ada kau disitu. yang biasanya duduk disebelahku dan berbicara dengan suara pelan dan perlahan. seakan hanya suara itu yang menggema di jagad ini.

setelah semuanya kembali menuju keabadian, aku akan menemuimu…besok.
besok yang tak terdefinisikan.

2 comments

  1. Intan Rasyid · November 26, 2012

    uh……
    keren🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s