Surat Untuk Nona

Nona,

saat saya barusan pergi ke tempat kita biasa bertemu, atau mungkin lebih tepatnya, tempat saya biasa melihat Nona dari kejauhan, Nona sudah tidak ada lagi disitu. saya sudah melemparkan pandangan ke  seluruh penjuru namun Nona tetap tidak bisa saya temukan lagi. apakah Nona sudah menyadari keberadaan saya hingga Nona melarikan diri karena merasa tidak nyaman dengan kehadiran saya?

banyak yang saya sesalkan  malam ini, Nona.
meskipun saya sudah tahu nama asli Nona yang begitu indah, namun tak sempat saya tukarkan dengan nama saya di hati Nona. terlalu kecil keberanian saya hingga membiarkan tanda tanya ini membusuk dan digerogoti kekecewaan. saya hanya bisa tertegun saat Nona  melayangkan senyum pada saya. bukan apa-apa, tapi rasanya bagai diikat kawat baja. saya tak bisa beranjak dari apa yang saya rasa kepada Nona.

Nona, mungkin di dunia yang lain, akhir kita akan berbeda.
mungkin saya yang di dunia sana akhirnya memberanikan diri untuk sekedar menyapa, bertukar nama dan bergantian menceritakan pribadi masing-masing. sehingga, meskipun Nona pergi dari situ, dia akan tahu kemana Nona akan pergi. ah, saya terlalu banyak mengkhayal…

selamat tinggal Nona. semoga pertemuan kita di malam itu bukan yang terakhir.

2 comments

  1. fasyaulia · November 19, 2012

    iya, saya pindah ke tempat lain tuan bahahaha =))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s