Entahlah

menyeduh teh, yang kulakukan malam ini. sambil membiarkan jemari menari di atas papan ketik, membiarkan ingatan kembali ke 3 atau 2 tahun yang telah lalu. pada seseorang wanita yang kutemui.

memoriku susah diatur. ia hanya ingin mengingat hal-hal indah disaat semuanya sudah tidak mungkin terjadi lagi. seperti rasa melaju di jalan aspal yang menanjak, berkelok-kelok, yang dipenuhi kiri-kanannya oleh pepohonan dan hamparan kebun teh. juga udara dingin yang menerpa pipi selagi tangan kananku memacu laju kendaraan agar lebih cepat. supaya bisa melihatmu.

ya, kau tak bersamaku saat itu. alasannya pun aku tak mengerti. seperti alasan mengapa dulu aku betah berlama-lama melihatmu dari kejauhan. menerka apa yang kamu pikirkan. menerka arti senyum yang kau perlihatkan saat sesekali menengok layar ponsel. oh, aku hina. aku tak mau merusak apa yang sudah ada.

dan entah kenapa perjalanan menuju Bandung Selatan ini seperti pemutaran roll film berisikan angan-angan yang tak jelas. aku hanya mengikuti arah kemana armada depan berbelok. kesitu pulalah aku menuju. tusukan gigil ini tak terasa menyakitkan lagi saat aku melihat yang tak kunjung bisa kujamah. karena ia terhangatkan. sedikit terbakar api. sedikit cemburu.

teh ini sudah mendingin. sebaiknya cepat aku habiskan. sebelum kantung tehnya kuajak mengobrol juga…

2 comments

  1. selfbeside · November 13, 2012

    Asa inget ini dimana, di yg ada batu cinta itu bukan ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s