Menjelma

Train of Time

Train of Time

saat gelap yang tak kunjung puas memakan terang,
dan saat buta mengabur seluruh makna,
aku bungkam. mengunci pedang lisanku dari menyayatmu.
menjadi linangan air, menjagamu agar tak kembali ke bumi.
bahkan dalam jurang waktu, aku tak ingin dunia memilikimu…
meskipun aku sama terjatuh kesitu…

ada satu hampa yang menyekat antara ingin memiliki dan tak ingin kehilangan,
diantara hati manusia, diantara pilihan setiap insan,
ia memisahkan antara lara nestapa dan cita suka.
dan diantara yang dengan mudahnya mengucapkan kata cinta, disaat tiada lisan mereka yang seharga dengannya. seharga denganmu dimataku. dihatiku.

ketika pangkal waktu telah berhasil kugenggam,
saat rentang waktu berhasil kuhimpitkan,
dan saat jarak ruang berhasil kudekatkan,

saat itulah aku menjelma,
dari seorang laknat yang memusnah rasa,
menjadi seseorang yang mendamba kasihmu.

selamanya dalam genggam tanganmu.

dalam hatimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s