Moment to Settle Down

ah…posting cinta2an ah biar yg baca pada galau…

kalo ada yg ngomongin kata jodoh, apa sih yg terlintas di benak kalian? seseorangkah? atau proses mendapatkannya kah? atau kapan waktu bertemu jodohnya kah? jodoh tuh apa sih? ini dimana sih? kalian siapa sih? saya siapa sih? aduh lupa…

sedikit pandangan pribadi saya. masih banyak orang yg menganggap jodoh itu di tangan Tuhan dan hanya sekedar di tangannya saja. dan biasanya mereka berstatement seperti itu untuk menutupi ketidakmampuan dirinya dalam mencari jodoh mereka sendiri. seperti mengkambinghitamkan Tuhan ya jatohnya…. disekutukan saja Dia murka apalagi dikambinghitamkan atas (yang katanya) penderitaan yg dialami. naudzubillah…

lah terus apa yg mau kamu omongin dip? jadi gini guys…

Teori jodoh di tangan Tuhan akan saya revisi. setelah menimbang2 dan melakukan penelitian serta praktikum yang bersumberkan fakta2 ilmiah (ini ngaco…).

Jodoh memang di tangan Tuhan. tapi hanya akan terus berada di tangan Tuhan kalau kita sendiri gak berusaha meraihnya

asik ga tuh kata2 saya? asik? asik aja lah ya…

dan secara logika memang bener. mereka yg kerjaannya cuma menyendiri dan tenggelam dalam dunia mereka sendiri tanpa bersosialisasi (dalam hal ini, interaksi dengan lawan jenis) apakah jodohnya yg ditangan Tuhan itu akan datang dengan sendirinya? mungkin saja kalau Tuhan berkehendak. tapi kehendak Tuhan sangat dipengaruhi usaha dari individunya sendiri.

ada juga pembagian jodoh yang menjadi 2 jenis. teori ini asli saya ngarang sendiri sengacaprak dan sengasalnya saya aja. meskipun merujuk pada kejadian2 nyata yang kemudian ditelaah lebih lanjut.

1. Jodoh yang menjadi jalan untuk mencapai tujuan. misalnya saja jodoh saya dengan baju yg saya pakai, orang tua yg melahirkan saya, sekolah yang saya masuki, teman2 yg saya punya, bahkan keyboard yg saya pakai untuk mengetik ini adalah jodoh saya. yg posisinya adalah sebagai jembatan. jembatan kemana? yaitu…

2. Jodoh yang menjadi tujuan itu sendiri. misalnya pasangan hidup atau sering juga disebut cinta sejati. juga dalam hal ini, tidak serta merta saat misalnya kita menikah, pasangan kita ini menjadi jodoh kategori kedua. selama hayat masih dikandung badan, pasangan kita ini masih menjadi jodoh  kategori pertama. yaitu masih menjadi jembatan/jalan. jodoh kategori kedua ini bisa disebut jodoh sejati jika diakhir hidup, dialah orang terakhir yg menemani di sisi kita. mungkin bisa dibilang didapatkan secara achievement ya…

menurut saya, kata “Takdir” sudah terlalu banyak dieksploitasi dan dijadikan pembenaran atas ketidakberdayaan seseorang. sehingga saat sesuatu berjalan tidak semestinya, banyak yg membiarkan begitu saja dan malah akhirnya menyerah pada kelemahan mereka yang diberi cadar bernama “Takdir” itu sendiri.

brader, sister…

meskipun kita hidup dalam satu konsep Takdir Tuhan yg sudah ditetapkan kepada kita dari zaman azali, yg memang benar dan meskipun Tuhan sendiri pasti sudah mengetahui apa2 saja yg bakal terjadi pada diri kita, Tuhan tidak begitu saja menciptakan kita ke dunia dan kemudian jalinan takdir itu terjadi begitu saja. adalah kita yang menjalankannya, memperjuangkannya, memilih diantara pilihan2 dan memutuskan segala yg terbaik buat kita. dan jika Tuhan merestui, bukan tidak mungkin satu aliran takdir tadi kemudian dirubah karena usaha kita. bukan begitu?

jadi guys, tetep perjuangin apa yg menurut kalian terbaik. jangan nyerah sama keadaan. segala2nya pasti ada jalan keluar. yg kita butuh cuma waktu. yg masih susah cari jodoh, mungkin cuma butuh waktu untuk memantaskan dirinya supaya bisa dapat yg terbaik. dan saya disini juga berjuang bareng2 kalian. mudah2an kita bisa jadi manusia2 pilihan yg kuat dan gak gampang menyerah sama keadaan.

*saya salah makan apa ya sampe nulis beginian…

10 comments

  1. fasyaulia · October 11, 2012

    Dip sadar dip! Kenapa nulis beginian? hahaha pasti backsound nya lagu anang ashanti yang jodohkuuu =))

    Saya setuju tentang “Jodoh memang di tangan Tuhan. tapi hanya akan terus berada di tangan Tuhan kalau kita sendiri gak berusaha meraihnya” soalnya bakalan ga singkron juga kalau segala sesuatunya merujuk pada satu arah. Bukankah dua arah lebih baik? Karena saling mengisi #eaaa

    • Diffa Imajid · October 11, 2012

      weh jelas atuh kan saya teh penganut aliran crossfinger (silang jari). backsoundnya lagu Incubus- I Miss You (beneran pas nulis ini :lol:)

  2. selfbeside · October 12, 2012

    definisi gue:

    jodoh = mau menerima kekurangan dan kelebihan pasangan yang akan menjadi teman hidup seumur hidup

    • Diffa Imajid · October 12, 2012

      siapa sih gue teh?😆

      • selfbeside · October 12, 2012

        gue=aing

        hahaha becanda

        aye, aden, eke, aku, saya, me, I

        silahkan pilih

  3. rurimadani12 · October 13, 2012

    saya kayanya masih enggak butuh jodoh kak😆 gak ada yg mau😆

    • Diffa Imajid · October 13, 2012

      heishh omongan adalah doa. doanya yg baik2 dong. misalnya, jodohnya juga sedang bareng2 memantaskan diri gtu :”>

      • rurimadani12 · October 14, 2012

        iya bener juga ya kak, knp baru kepikir sekarang-___-
        kalo kakak sendiri udah nemu jodoh ? :))

        • Diffa Imajid · October 14, 2012

          sudah ketemu atau belum, saya akan tahunya saat detik2 terakhir saya. siapa yg ada disisi saya itulah jodoh saya😀

          • rurimadani12 · October 14, 2012

            detik terakhir… aah, enggak ada yang tahu kapan detik itu tiba kak :’))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s