Surabi Haneut

Well, hari raya Idul Fitri sudah kita lewati sama-sama kemarin. dan saya berterima kasih kepada samir nasri yang sudah mengucapkan selamat idul fitri kepada seluruh umat muslim dunia lewat selebrasi golnya. yang katanya di kartu kuning? iya ya? kalo benar, harusnya kartu kuning jatuh pada pemain yang selebrasinya “why always me”. provokatif sekali itu *diinjek balotelli

saat saya menulis ini, sekitar 1 jam setengah yang lalu saya baru pulang dari acara kumpul bersama teman2. niatnya kongkow ya sekaligus halal bihalal. tapi kok lokasinya di local-watering-hole (google it yourself please) ? yauwis tidak apa2. toh saya cuma pesan makanan ringan ini.

biasa kebiasaan kami saat kumpul, membicarakan hal ngalor ngidul. kadang-kadang bicarakan topik yang sedang hangat di masyarakat sampai yg “hangat” seperti cewek2 di MV kpop. kebetulan TV kabel disitu menayangkan acara yang menampilkan Mv2 kpop. termasuk gangnam style. kalian harus nonton video itu. harus!

karena ada salah satu teman yang tidak woles karena ada Ua (kakak dari ibu atau bapak)-nya yang sakit, dia disuruh menjaga rumah. pokoknya ceritanya panjang. singkatnya, dia pulang lebih awal. akhirnya karena kami semua sudah mati gaya di tempat itu dan merasa lapar pula, akhirnya kami keluar cari makan. tidak mungkin makan disitu karena itu sama saja caranya dengan membunuh dompet2 kami.

singkat cerita, saya dan 1 motor lain yang ditumpangi 2 teman melaju pulang. tapi tidak lewat jalan biasa. karena dia ingin sembari melihat “surabi haneut”. apakah itu? baca saja ceritanya lalu artikan dalam kepala masing2. hahaha

kami melewati stasiun bandung. sepanjang jalan, tidak saya sangka, meski masih dalam suasana lebaran, banyak terlihat wanita berpakaian minim berdiri dipinggir jalan. ada sebagian yang menyetop mobil2 yang lewat. ah, kalau sudah begini, siapa yg tidak tahu mereka sedang apa. kepada teman, saya kemudian bertanya,”kok kayak ibu2 semua?”. “itu biasanya mami-nya”, kata teman saya. oh begitu?

tidak sampai disitu, saya mengikuti motor teman ke suatu jalan yang terkenal di bandung sebagai tempat lokalisasi. sudah tau? ya, simpan saja untuk diri sendiri. jangan membayangkan apapun ya? tapi kami hanya sebatas lewat saja. banyak motor2 yang terparkir di luar suatu rumah dan gang2. ya, hanya sebatas itu yang saya lihat. tapi sudah bisa saya artikan sendiri.

hitam putih dunia terlihat begitu jelas malam ini. jika membuka mata dan melihat lebih jelas, dalam putih bisa kita lihat bercak hitam yang tak kasat. begitupun dalam hitam, ada putih yang tersirat.

yang teman saya sesalkan, dia tidak sempat menanyakan hal ini kepada wanita2 itu.

“berapa?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s