Maafku

Langit Malam Bandung

Maafku bukan salam hangat yang bisa kau raba atau kau baca, yang mungkin tidak pernah kau pedulikan tulus atau tidaknya. Huruf dan kata tersusun menjadi satu padu yang klise.

Maafku bukan tangis sesal yang datang bersama rasa bersalah yang setia menyertainya, menimba air mata terjun ke pipi semata meminta agar salah disirnakan.

Mungkin yg kupikir saat ini tak akan sampai padamu, terlalu jauh dengan sebut harap. terlalu sukar dialfakan. sama seperti daun2 gugur yang menyertai jalan pulang kita saat senja kala. debu keringat bersanding renyah tawa ditengah sukar laju kita terhenti, dan rasa sakit diperutmu saat bodohku.

Rasa sesal dan bersalahku sudah kusampaikan padamu. dalam tenang, dalam sepi, dan dibalik reruntuhan jembatan buatanku yang kubakar sendiri. agar tak pernah sampai aku padamu, engkau padaku. agar kau tak berakhir dengan keputusan bodohmu yang kau sebut dengan “aku”.

Aku yg terlalu penuh membawa tanya dan tak tahu harus kemana tambat melangkah.

Ya, saat ini, aku tak ingin jadi akhirmu.

2 comments

  1. Ilham · August 22, 2012

    keren banget foto dan kata2nya…

    • diffaimajid · August 22, 2012

      setuju sih sama gambarnya. kalo kata2nya…ya…..begitulah. hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s