Tiarap

aku merangkak diatas tanah berdaun kering
mengikis suara, menyayat udara disekitarku
beku kepala dan didih darah melebur dalam hening
menanti dalam kelam rimba

batin teriak membelah tengkorak
sikap katak, mata terbelalak. sontak
walau hanya jadi tawa gelak
menanti untuk dicincang kelak

dan sejak serambi kumandangkan maghrib
bangkitku dari tiarap…
tenggak gula bercampur teh dingin
aku menang

2 comments

  1. uyayan · August 3, 2012

    selamat berbuka Diff…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s