Hormati Orang Berpuasa?

Assalamualaikum Wr. Wb. ya akhi, ya ukhti…

entah kenapa pada bulan puasa ini saya merasa saya harus menulis setiap harinya. entah kenapa juga saya memutuskan hal seperti itu. bahkan tidak pernah terbayangkan bahwa saya ingin menulis selama satu bulan penuh. ah ini harus menjadi sesuatu….

kali ini  cuma bahas soal personal opinion aja.  tentang  tagline: “hormati  orang yang sedang puasa”. dan tagline/jargon ini (meskipun tidak bisa dibilang tagline juga,  kita anggap saja peraturan tidak tertulis atau norma sosial. tapi saya sebut tagline saja. kenapa? ya karena saya ingin. ya begitulah) berada di negara yang mayoritas  penduduknya beragama islam. apakah ada yang janggal? ada kalo menurut saya.  kalo menurut adik saya tidak ada. karena dia sekarang sedang ngabuburit mengadu layang2…

ditengah kehidupan sosial masyarakat yang kebanyakan beragama Islam, orang2 Indonesia akan terganggu dengan pemandangan orang2 yang tidak melaksanakan shaum. misalnya orang2 yg memang tidak sedang berpuasa atau memang tidak diwajibkan berpuasa. dianggap tidak menghargai dan tidak tahu situasi bahwa sekitaran mereka sedang shaum semua.

yang menyentil pikiran saya dari fenomena sosial ini yaitu….hey, apakah ketaqwaan kita sebegitu rendah sehingga melihat orang makan atau minum saja bisa menghancurkan shaum kita? sementara yang tidak melaksanakan shaum adalah golongan minoritas baik dari muslim atau nonis. apakah sebegitu mudahnya golongan mayoritas yang notabene menjalankan kewajibannya sebagai muslim, bisa tergoda oleh hal-hal sepele?

ini hanya sekedar pendapat saya saja, bukan dalam artian saya ingin restoran,rumah makan dan tempat hiburan agar buka seperti biasa di bulan ramadhan. akan tetapi, perlu dikaji ulang soal ketaqwaan kita masing-masing. sudah bagus suasana di negara kita dikondisikan sesuai bulan suci ini. tapi alangkah baiknya kita lebih menghargai perbedaan diantara kita. dan tidak lupa respect saya sama nonis yang menghormati kita yang sdg melaksanakan shaum.

sudah ah…saya mau cari adik saya dulu. sudah mau maghrib…

6 comments

  1. Mr. Andry · July 21, 2012

    orang puasa itu dengan keikhlasan hati, tidak minta untuk dihormati, namun saling menghormati antara sesama orang yang berpuasa dan tidak.

    salam blogger gagal

    • diffaimajid · July 21, 2012

      betul bung. menghargai sesama itu yg penting.
      salam blogger mencoba sukses (?)

  2. Hety A. Nurcahyarini · July 22, 2012

    ya, yang mayoritas enggak boleh ‘mentang-mentang’ mayoritas terus seenaknya sendiri terhadap yang minoritas. Walaupun aku masuk ‘mayoritas’, kadang aku justru malu coz yang mayoritas justru tidak bisa ‘berperilaku baik’ terhadap minoritas :”((

    • diffaimajid · July 22, 2012

      itu banget. kadang2 suka gak ngerti sama yang ga kuat ngeliat orang makan sedikit. macam anak kecil saja😆

  3. Milta Muthia · August 2, 2012

    Setuju.

    Selayaknya kita kembalikan kepada tagline yang sering dibanggakan “Islam itu Indah, rahmatan lil ‘alamin, dst”.
    Paradigmanya juga sebaiknya disempurnakan menjadi “hormatilah orang yang tidak berpuasa”.

    Bayangkan mereka yang nonis menghormati kita setiap 5 waktu, seumur hidup, mendengar seruan dikumandangkan, atau harus sembunyi-sembunyi ketika makan di bulan Ramadhan.
    Ketika kita memaksakan mereka untuk menghormati kita, jangan-jangan ada hak mereka yang tercerabut.

    terima kasih sharingnya🙂

    • diffaimajid · August 2, 2012

      iya sama-sama😀
      karena sebaik2 manusia adalah yg berguna bagi sesama. bukan sesama muslim aja, tapi sesama manusia semuanya. kalo perbedaan bisa disingkapi lebih bijaksana, kan lebih asik😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s