Mengertikan

jika aku harus berdoa, membasuh perih ingatan dengan embun dingin dari seruanmu. mendaki tumpuk khilaf, meratap nestapa. pilu serta jurang sanubari yang terkelamkan congkak rasa.
aku tak akan selamanya disini.

simpuhku ditengah ruang, serta serambi rumah sucimu. meski terik selayak panas sekam diperapian kampung halamanku, atau semilir hembus malam saat dia menjajakan rindunya padaku. sejatinya, walau alfa kepala terpelihara, hati kan kembali pada pemilik asmaul husna, yang selalu dengar rintih dan bunyi tulangku yang gemerutuk seiring nafas.

bukan banyak pinta yang kuingin, namun mengertiku dalam setiap rencana yg mengilhami.

Tiada sajak dapat kurangkai, melainkan segala kelemahan dalam raga ini.
Ya Allah.
Mengertikanlah hambamu ini…

*puisi ttg ketuhanan pertama yg saya buat seumur hidup…
i guess i’ve been astray too far…

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s