Doa Yang Terpanjat

Karena do’a yang terpanjat sesungguhnya adalah proposal. Diterima atau tidaknya proposal ditentukan dari usaha masing2 insan untuk merealisasikan apa yg diproposalkan. bukan sang Maha Penyetuju yang membuat itu semua terjadi. tapi tangan kita sendiri.

tapi untuk saat ini, cuma hal-hal yang tidak berguna yang bisa saya lakukan. entah sampai kapan saya harus membenamkan semuanya ke bawah permukaan, sampai pada suatu saat, tekanan di dasar memaksanya naik ke atas. dengan cara yang buruk.

multitafsir? pikiran saya tidak serumit itu. jika tahu akarnya.

selamat berusaha. meski dilarang pun akan tetap saya doakan keberhasilannya.

entah apa yang saya ketik ini. racau, justifikasi dan alibi.

7 comments

  1. Siti Lutfiyah Azizah · April 17, 2012

    kamu anaknya filosofis juga ya😀

    • diffaimajid · April 17, 2012

      filosofis itu apa kaka?😀

      • Siti Lutfiyah Azizah · April 17, 2012

        bahasa tulisanmu gaya bahasa perenungan.
        biasanya orang-orang filosofis cenderung kayak gitu nulisnya, haha

        • diffaimajid · April 17, 2012

          ah benar. saya suka merenung. hahaha

          • Siti Lutfiyah Azizah · April 17, 2012

            iya, soalnya aku baca tulisan-tulisanmu barusan bentuknya hasil perenungan semua, means cuma orang yang suka merenung juga yang bisa pahami maksudnya, haha

  2. diffaimajid · April 17, 2012

    terimakasih sudah baca. sesulit itukah bwt mengerti tulisan2 disini? hahaha

  3. Pingback: A View From My Eyes « IMAJID DIFFA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s