Rembes

aku tak tahu atau tersadarkan apakah waktu akan mempertemukanku dengan sebuah kerlingan bercampur senyum, gelak tawa serta isak tangis yang telah lalu. yang jadi lakuanku disini, saat ini, hanya menuliskan tinta yang bahkan tidak bisa kujamah rasa kesat, licin, basah setapak di jari, kemudian naik ke lengan, merayap ke jantung lalu masuk ke dalam hati kita….masing-masing

hujan yang mendengarkanku dalam kelam.serasa cerah mendung dibawanya.walau hanya setengah. setengah lima. mungkin yang Dia anugrahkan untukku adalah yang terbaik. walau hambar dan sedikit pahit dikecap. yang kini kutatap hanya dua buah angka 0 dan 1.entah mengapa hanya tangis yang kudengar.berlarian mendalami kebuntuan. mengindah sepi, menyulam batin dalam keraguan…….

walau masa kami berbeda tapi indah tak akan pernah pula sama.walau hanya secarik kertas, atau kertas foto yang terpampang wajahmu disana.menatap kosong dalam biru, karena kita makhluk Tuhan…….memang seperti itu

aku tak menyalahkan kehidupan.karena sadar bila aku lemah pada diriku, maka dunialah yang akan keras dan kasar terhadapku.mungkin tidak seperti ini, yg sedang kurasa

aku hanya ingin pergi dari sini…
walau terguyur hujan….
andai….

*Sajak yang pernah saya buat mungkin sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu. saya pikir, mengabadikannya disini tidak ada salahnya.

2 comments

  1. onesetia82 · March 16, 2012

    posting keren gan …
    salam kenal dan persahabatan …🙂

    • diffaimajid · March 16, 2012

      hatur nuhun gan…
      terimakasih sudah berkunjung😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s