A “Marry Me” Story

ya, aku bisa mendengar bunyi lonceng gereja. pernikahan di hari itu.
hari itu sangat cerah. secerah warna baju yang kukenakan hari ini. biru langit.
aku mengantri. di barisan orang-orang ini, sambil memegang confetti.
yang ku lihat adalah wanita pujaan hatiku, bersinar laksana mentari…
disamping lelaki lain….

kau adalah idola di sekolah dan lelaki itu adalah quarterback di tim football sekolah.
dia pernah menjual kepadaku, foto-fotomu. saat kau tertawa, tersenyum…
saat-saat indahmu.
aku masih mengantri. di barisan orang-orang ini, sambil memegang confetti.
yang ku lihat adalah wanita pujaan hatiku, tersenyum cerah laksana mentari…
mengenakan gaun pengantin….

dalam hati ku bertanya, apakah…
kau akan menikahiku, jika aku adalah lelaki yg kaya?
kau akan menikahiku, jika aku adalah lelaki yg tampan?
kau akan menikahiku, jika aku adalah lelaki dengan fisik sempurna?
kau akan menikahiku, di kehidupan yg selanjutnya?

mungkin tidak. kau tidak akan mengingatku.
mungkin tidak. kau tidak tahu akan perasaanku.
mungkin tidak. bahkan mungkin kaupun tak tahu nama lengkapku

*Confetti adalah beragam potongan kertas, milar atau bahan logam yang biasanya dilemparkan pada parade dan pesta, terutama pernikahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s