Maria yang Buta

Walau jejak

Kuraba menjadi tapak
Yang walau kukecap
Kurasa menjadi tampak
Walau hanya sejenak interval isolasi perspektif yang kalian sebut buta,
Hilang…….
Tak……
Berbekas…..
Yang kudamba hanya asa yang kalian sebut cahaya
Yang dihasrat hanya rasa yang kalian sebut seraya
Langkah dilalu semarak bergelak lenggok kemacetan ibu kota
Yang kalian tidak tahu,
AKULAH MARIA

Gemerlap surga yang terbiaskan keindahan, namun getir
Keramaian yang tersulam dalam semu, bayang retak menganga
Kesunyian membawa dalam satu kedustaan, yang hampir
Dalam kebusukan ini,
lebih baik…
AKU BUTA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s