Untuk Istriku (Nanti)

Untuk belahan jiwaku…

Ini pesan dariku yang di masa lalu, yang tak tahu paras wajahmu, rupa tubuhmu atau macam sifatmu.

Jika selepas nafkah, aku pulang bermandikan peluh, menatap kosong diantara gubuk sederhana penaung lindung dari sengat mentari atau sinisnya malam…

Jika kemudian aku merebah raga yang lemah ini, mungkin diatas dipan, diatas tikar, diatas tanah, atau diatas tempat tidur bertahta berlian dan berselimutkan tenun emas….

Jika aku hanya menatap kosong pada langit-langit. menerawang langit. langit diatas langit. langit yang aku saat ini pun belum tahu cara ia menyapa…

Jangan tanyakan apa, kenapa,siapa,bagaimana….
Cukup….kecup saja bibirku, pandang mataku, dan berbaringlah disampingku.
Genggam tanganku, seraya berkata…
“Kau masih memilikiku…”

Maka…tuntaslah apa-apa milik dunia yang menghimpitku.
dihari itu dan malam itu…

Dan saat hujan turun saat itu, berteduhlah berdua denganku.
Itu sudah cukup…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s